POJOKSATU.id - Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan madrasah.

Zahira Arzatisya Maharani, siswi kelas XII-G MAN 2 Kota Malang, berhasil terpilih menjadi salah satu delegasi resmi Indonesia dalam kompetisi internasional Global Essay Prize yang diselenggarakan oleh John Locke Institute.

Ajang tersebut menjadi salah satu kompetisi bergengsi yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, argumentasi, serta memperluas wawasan akademik para pelajar dari berbagai negara.

Keikutsertaan Zahira menjadi bukti bahwa siswa madrasah Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat global, khususnya dalam bidang literasi dan pemikiran akademik.

Baca Juga: KOMPAC 2026 Resmi Dibuka, Kompetisi Pelajar Alef Education Siapkan Ajang Nasional dengan Hadiah Menarik

Dalam kompetisi ini, karya peserta akan melalui proses penilaian dari panel akademisi senior dunia.

Para penguji berasal dari berbagai universitas ternama seperti Oxford, Cambridge, Harvard, Princeton, dan Stanford, di bawah kepemimpinan Ketua Penguji Prof. Terence Kealey.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Zahira untuk menunjukkan kemampuan intelektual sekaligus membawa nama baik madrasah dan Indonesia di panggung internasional.

Rencananya, Zahira akan mengikuti rangkaian kegiatan Global Essay Prize pada 3 hingga 6 Oktober 2026 mendatang.

Keterlibatan siswi MAN 2 Kota Malang ini menunjukkan bahwa prestasi tidak mengenal batas tempat maupun latar belakang.

Baca Juga: DP3A Karawang Ajak Anak Berani Berkarya dan Jadi Pelopor Perlindungan Anak

Dengan semangat belajar, kreativitas, dan keberanian mencoba, generasi muda Indonesia mampu bersaing bersama pelajar terbaik dari berbagai negara.

Pihak MAN 2 Kota Malang juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan doa terbaik bagi perjuangan Zahira agar mampu memberikan hasil terbaik dalam kompetisi tersebut.

Semangat yang dibawa Zahira sejalan dengan nilai yang terus digaungkan MAN 2 Kota Malang, yakni Juara Prima: Jujur, Kerja Keras, Berprestasi, dan Bermartabat.

Perjalanan Zahira menjadi pengingat bahwa sebuah mimpi besar selalu dimulai dari langkah kecil yang penuh usaha.

Baca Juga: RSUD Jatisari Hadirkan Layanan Orthopedi dan Traumatologi, Tangani Patah Tulang hingga Saraf Terjepit

Prestasi ini bukan hanya tentang sebuah kompetisi, tetapi juga tentang keberanian generasi muda Indonesia untuk membawa ilmu dan karya mereka hingga ke panggung dunia.***