POJOKSATU.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat sistem keamanan perjalanan kereta api dengan menyiagakan ratusan personel pengamanan selama 24 jam penuh. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan di seluruh wilayah operasional Daop 3 Cirebon.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan keamanan menjadi salah satu prioritas utama dalam pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, KAI menempatkan personel pengamanan di berbagai titik strategis serta menerapkan pengawasan berlapis.

"Petugas pengamanan KAI tidak hanya bertugas di stasiun, tetapi juga mengawal perjalanan kereta api, mengamankan objek vital dan aset perusahaan, serta melakukan patroli di sepanjang jalur rel. Selain menjaga keamanan, mereka juga membantu berbagai kebutuhan pelanggan, mulai dari penggunaan loket box, menunjukkan jalur keberangkatan kereta, membantu membawa barang, mendampingi penumpang berkebutuhan khusus, hingga memberikan pertolongan kepada penumpang yang sakit selama perjalanan maupun di stasiun," ujar Muhibbuddin, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Si Jalak Harupat Siap Gelar Opening Piala Presiden 2026, Pemkab Bandung: Persiapan Sudah 95 Persen!

Di wilayah Daop 3 Cirebon yang meliputi 30 stasiun di Kabupaten Subang, Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, hingga Kabupaten Brebes, pengamanan dilakukan oleh 105 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan 166 petugas keamanan (security). Seluruh personel tersebut diperkuat melalui sinergi dengan TNI dan Polri di wilayah kerja Daop 3 Cirebon.

Selain menjalankan tugas pengamanan, personel Polsuska juga aktif memberikan edukasi keselamatan perkeretaapian kepada masyarakat dan pelajar. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, KAI Daop 3 Cirebon telah melaksanakan 40 kegiatan sosialisasi keselamatan di lingkungan masyarakat, sekolah, dan kampus, serta 71 kegiatan edukasi di perlintasan sebidang.

Untuk meningkatkan efektivitas pengamanan, KAI Daop 3 Cirebon memanfaatkan berbagai teknologi modern. Patroli jalur rel kini didukung penggunaan drone, disertai patroli rutin ke objek vital, pengamanan di stasiun, pengawalan perjalanan kereta api, serta pemantauan melalui jaringan CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Muhibbuddin menegaskan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kecepatan respons terhadap potensi gangguan keamanan.

Baca Juga: Menakar Bedanya SNT, Sekolah Unggul Garuda, dan Sekolah Rakyat Milik Pemerintah

"Kami terus memperkuat sistem pengamanan melalui kombinasi personel yang profesional, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama dengan aparat kewilayahan. Dengan demikian, seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin demi keselamatan perjalanan kereta api dan kenyamanan pelanggan," katanya.

KAI Daop 3 Cirebon juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan tidak beraktivitas di jalur rel, tidak merusak fasilitas perkeretaapian, maupun melempar kereta api yang sedang melintas.

"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara petugas, aparat, dan masyarakat, KAI optimistis dapat terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan memberikan rasa tenang bagi setiap pelanggan," tutup Muhibbuddin.***