POJOKSATU.id, RIAU-- Riau Bhayangkara Run 2026 tidak hanya mencatat kesuksesan dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan hasil analisis dampak ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, penyelenggaraan event yang diikuti 15.080 pelari itu diperkirakan menghasilkan total efek ekonomi sebesar Rp58,9 miliar bagi Provinsi Riau.

Estimasi tersebut berasal dari total belanja peserta sekitar Rp42,5 miliar yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Tabel Input-Output (IO) sehingga menunjukkan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi lokal.

Baca Juga: Sosok Sudaryono Ditunjuk Kepala BGN Baru, Pernah Diusir Mahasiswa UGM Yogya Juni Lalu

“Alhamdulillah seluruh rangkaian Riau Bhayangkara Run 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026, Karorena Polda Riau Kombes Daniel Widya Mucharam, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, yang paling membanggakan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Polda Riau dan jajaran, TNI, Pemerintah Provinsi Riau, pemerintah kabupaten dan kota, sponsor, komunitas lari, relawan, tenaga kesehatan, media massa, pelaku UMKM, petugas kebersihan, hingga seluruh stakeholder yang terlibat sejak tahap perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan.

“Hasil analisis ini menjadi motivasi bagi kami bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan harus mampu memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat. Bukan hanya sukses sebagai event olahraga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi menjelaskan, penelitian dilakukan untuk mengukur dampak ekonomi langsung yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 terhadap aktivitas ekonomi lokal.

Baca Juga: UGM Bawa Isu Perdagangan Berkelanjutan ke Forum WTO di Swiss, Perkuat Peran Indonesia di Kancah Global

Penelitian menggunakan pendekatan kombinasi antara survei terhadap 130 responden peserta, kemudian dipadukan dengan data penyelenggara serta dianalisis menggunakan Tabel Input-Output Provinsi Riau. Berdasarkan hasil survei tersebut, total belanja peserta diperkirakan mencapai sekitar Rp42,5 miliar.

Kemudian dilakukan simulasi menggunakan Tabel Input-Output, aktivitas belanja tersebut menghasilkan total efek ekonomi sekitar Rp58,9 miliar terhadap perekonomian Provinsi Riau.

"Dengan demikian, kegiatan seperti ini memiliki kontribusi yang positif dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal,” ujar Asep.

Selain itu, Event Director Sumatera Satu Event Organizers, Rissandro Dian Pratama mengatakan, dampak ekonomi yang dihasilkan Riau Bhayangkara Run 2026 merupakan buah dari perencanaan penyelenggaraan yang berorientasi pada pengalaman peserta (participant experience).

"Hasil analisis BPS yang menunjukkan adanya efek ekonomi hingga Rp58,9 miliar menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event olahraga yang dikelola secara profesional mampu memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi lari," ucap Rissandro.***