POJOKSATU.ID – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta perusahaan pengelola energi berbasis sampah asal China, Wangneng Environment Co., Ltd., untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi.

Permintaan tersebut disampaikan Tri saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik Wangneng di Huzhou, Provinsi Zhejiang, China.

Kunjungan tidak hanya difokuskan pada peninjauan teknologi pengolahan sampah menjadi energi, tetapi juga membahas kesiapan pembangunan PSEL Kota Bekasi.

Usai melakukan peninjauan lapangan, Tri bersama jajaran DPRD Kota Bekasi dan perwakilan tokoh masyarakat Bantargebang menggelar diskusi teknis dengan manajemen Wangneng terkait rencana implementasi proyek tersebut.

Baca Juga: Hebat! SMPN 2 Karawang Timur Borong 5 Trofi dan Raih Gelar Juara Umum Kejurcab Paskibra Karawang

Dalam pertemuan itu, Tri menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal agar proyek strategis tersebut memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga Kota Bekasi, khususnya masyarakat di sekitar Bantargebang.

"Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nantinya PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja," kata Tri.

Menurutnya, pembangunan PSEL tidak hanya bertujuan menghadirkan teknologi modern dalam pengelolaan sampah, tetapi juga harus menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

"Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menjadi sarana alih pengetahuan agar ke depan SDM kita mampu mengoperasikan fasilitas berteknologi tinggi ini secara mandiri," ujarnya.

Baca Juga: Viral Surat Koperasi Desa Bungurasih Sidoarjo Jatim Beberkan Kejanggalan KDMP

Menanggapi hal tersebut, Chairman Wangneng Environment Co., Ltd., Shan Chao, menyatakan pihaknya akan menempatkan sejumlah tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan operasional fasilitas.

Namun, tenaga ahli tersebut hanya bertugas untuk mendampingi proses konstruksi serta melakukan transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal.

"Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan. Setelah proses tersebut selesai, operasional fasilitas akan dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih sesuai standar Wangneng," ujar Shan Chao.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Tri Adhianto. Ia menilai skema transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal menjadi salah satu manfaat penting yang akan diperoleh Kota Bekasi dari pembangunan PSEL.

"Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Jadi yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi," tutup Tri.***