POJOKSATU.ID – Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, berubah menjadi lautan biru saat ribuan Bobotoh memadati area stadion untuk mengikuti nonton bareng laga Persib Bandung kontra Persijap Jepara, Sabtu (23/5/2026). 

Meski pertandingan berakhir imbang 0-0, hasil tersebut cukup memastikan Maung Bandung meraih gelar juara Indonesia Super League 2025/2026 sekaligus mencatat sejarah dengan menjuarai kompetisi tiga musim berturut-turut.

Kegiatan nobar yang digagas komunitas Bobotoh Cirebon bersama KONI dan Pemerintah Kabupaten Cirebon itu sukses menyedot perhatian masyarakat dari berbagai daerah di wilayah Ciayumajakuning. Tribun stadion dipenuhi jersey biru khas Persib, sementara bendera dan syal kebanggaan terus dikibarkan setiap kali tim kesayangan mereka melancarkan serangan.

Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer stadion langsung terasa panas. Setiap peluang Persib disambut riuh tepuk tangan dan teriakan histeris ribuan penonton. Sebaliknya, ketika Persijap mencoba menekan, suasana mendadak hening dan penuh ketegangan.

Baca Juga: MBG Tak Hanya untuk Anak Sekolah, Ibu Hamil dan Balita Kini Jadi Prioritas Pemerintah

Momen demi momen di layar raksasa seolah menyatukan ribuan hati Bobotoh yang hadir. Tak sedikit yang berdiri sepanjang pertandingan demi memberi dukungan penuh kepada skuad Maung Bandung.

Di tengah euforia itu, Rudi, seorang Bobotoh asal Kecamatan Weru, tampak larut dalam nyanyian dukungan bersama suporter lainnya. Ia mengaku rela datang jauh-jauh demi merasakan atmosfer perjuangan Persib di laga terakhir musim ini di Indonesia Super League 2025/2026.

“Walaupun bukan di GBLA, suasananya tetap luar biasa. Saya rela datang demi mendukung Persib,” ujarnya penuh semangat.

Menurutnya, nobar di stadion memberikan pengalaman berbeda dibanding menonton di rumah ataupun kafe. Gemuruh dukungan ribuan Bobotoh membuat suasana terasa seperti menyaksikan pertandingan secara langsung.

Baca Juga: Pemprov Hibahkan Lahan untuk Pembangunan KODAM Jambi di Muaro Jambi

“Jujur saya enggak kebagian tiket ke GBLA. Tapi nobar di stadion seperti ini rasanya tetap seperti nonton langsung. Serunya dapat, emosinya juga dapat,” katanya.

Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengapresiasi seluruh Bobotoh dan masyarakat yang hadir karena mampu menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

“Saya sangat mengapresiasi Bobotoh dan masyarakat yang hadir karena bisa menjaga kondusivitas selama kegiatan nobar berlangsung,” ujarnya.

Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi masyarakat pecinta sepak bola untuk berkumpul dan menikmati pertandingan bersama.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dari awal sampai selesai. Bobotoh dan masyarakat juga sangat tertib,” tuturnya.

Baca Juga: Resep Sate Telur Puyuh Bumbu Kecap ala Jogja, Manis Gurihnya Meresap Sampai Dalam

Tak hanya masyarakat dan Bobotoh, Bupati Cirebon Imron turut hadir dan membaur bersama warga. Ia mengatakan nobar di Stadion Watubelah sengaja digelar untuk menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih hidup sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Kita sengaja gelar nobar di stadion supaya suasananya terasa seperti menonton langsung. Ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat pecinta sepak bola,” ungkapnya.

Imron pun mengaku ikut terbawa suasana sepanjang pertandingan. Beberapa kali ia tampak berdiri dari kursinya sambil berteriak ketika Persib menciptakan peluang berbahaya.

“Tadi saya juga ikut teriak-teriak waktu Persib punya peluang cetak gol,” katanya sambil tersenyum.

Meski pertandingan berakhir imbang tanpa gol dengan skor 0-0, hasil tersebut sudah cukup untuk memastikan Persib Bandung keluar sebagai juara Indonesia Super League 2025/2026. Prestasi itu sekaligus mencatatkan sejarah manis bagi Maung Bandung dengan meraih gelar juara tiga musim berturut-turut.

Begitu peluit panjang dibunyikan, Stadion Watubelah langsung bergemuruh. Ribuan Bobotoh bersorak, bernyanyi, menyalakan flare, hingga saling berpelukan merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka kembali mengangkat trofi.

 

Caption: Bobotoh padati Stadion Watubelah Kabupaten Cirebon. (Effendi)