POJOKSATU.ID  – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon sukses menyelesaikan seluruh proses layanan keimigrasian bagi calon jamaah haji Embarkasi Kertajati tahun 2026 hingga keberangkatan menuju Tanah Suci.

Keberangkatan Kloter 40 menjadi penutup rangkaian pemberangkatan jamaah haji melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tahun ini.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Komang Trisna Diatmika, mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk dukungan keimigrasian dalam memastikan penyelenggaraan ibadah haji berjalan lancar, aman, dan tertib.

“Pelaksanaan layanan ini merupakan bagian dari dukungan keimigrasian dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji melalui pemeriksaan dokumen perjalanan secara optimal, cepat, dan tertib,” ujar Komang, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, pelayanan keimigrasian dilakukan secara intensif di Embarkasi Kertajati dengan mengedepankan profesionalitas, ketelitian, serta pelayanan prima agar seluruh jamaah dapat berangkat sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: SPMB Terbaru Sumbar Tahun 2026, Ini Jadwal, Syarat, dan Tahapan Pendaftaran Lengkapnya

Sebanyak 17.585 calon jamaah haji telah diberangkatkan menuju Tanah Suci yang terbagi dalam 40 kelompok terbang (kloter). Setiap kloter rata-rata berisi 440 jamaah yang berasal dari 19 kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Daerah asal jamaah tersebut meliputi lima kota yakni Kota Bandung, Cimahi, Cirebon, Tasikmalaya, dan Banjar, serta 14 kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Subang, Purwakarta, Bekasi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Pangandaran, Majalengka, Indramayu, Kuningan, dan Cirebon.

Rangkaian operasional pemberangkatan haji ini telah berlangsung sejak pelepasan kloter pertama asal Kabupaten Indramayu pada 22 April 2026 lalu.

Menurut Komang, kelancaran pelayanan keimigrasian tahun ini tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan sejak awal, mulai dari rapat koordinasi, penugasan personel, penyediaan sarana dan prasarana, hingga pengawasan ketat terhadap dokumen perjalanan jamaah.

“Pengawasan meliputi keabsahan dokumen perjalanan, penerapan cap tanda keluar, kesesuaian visa, hingga memastikan tidak ada jamaah yang masuk dalam daftar cekal dan sistem keimigrasian,” katanya.

Baca Juga: Beasiswa Guru Unpad 2026 Masih Dibuka, Kuliah S2 Gratis hingga 100 Persen untuk Guru, Cek Syarat dan Jadwalnya

Kelancaran operasional di lapangan juga didukung sinergi lintas instansi yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Imigrasi Cirebon berkoordinasi dengan Bea Cukai, Karantina Kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, PT BIJB Kertajati Perseroda, Angkasa Pura, Otoritas Bandara Wilayah I, hingga maskapai Saudi Arabian Airlines guna meminimalisir berbagai potensi hambatan.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon menugaskan 57 personel yang dibagi ke dalam empat tim untuk bersiaga penuh secara bergantian melayani jamaah.

Di akhir keterangannya, Imigrasi Cirebon turut mendoakan seluruh jamaah haji agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Indonesia.

“Allahumma aj’alhum hajjan mabruron, sa’yan masykuron, wa dzanban maghfuron, wa tijarotan lan tabur,” tutup Komang.***