POJOKSATU.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Rektor UMC, Arif Nurudin, S.T., M.T., resmi melakukan penandatanganan kontrak hibah Program Bestari Saintek Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Penandatanganan kontrak dilaksanakan dalam kegiatan Kick-Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Pendanaan APBN Tahun 2026 pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Auditorium Grha Diktisaintek Lt. 2, Gedung D Kemdiktisaintek, Senayan, Jakarta Pusat.

"Alhamdulillah kami sudah melakukan Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Pendanaan APBN Tahun 2026 beberapa waktu lalu. Insha Allah, ini adalah upaya kita mewujudkan UMC Unggul dalam waktu yang tidak lama lagi," ujar Arif dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, (13/05). 

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan perguruan tinggi penerima hibah dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem riset nasional berbasis sains dan teknologi.

Baca Juga: Jadwal SPMB SMP Kota Bogor Tahun Ajaran 2026-2027, Info Lengkap Jalur Pendaftaran dan Kuota Terbaru

Program Bestari Saintek merupakan program strategis nasional yang diinisiasi Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi selaku Project Management Office (PMO), dengan tujuan memperkuat riset yang berorientasi pada dampak nyata (impact-driven research) sekaligus membangun konektivitas antara dunia akademik, industri, masyarakat, dan pengguna teknologi.

Dalam momentum tersebut, Rektor UMC menjadi salah satu pimpinan perguruan tinggi yang melakukan penandatanganan kontrak hibah secara simbolik sebagai bentuk kesiapan institusi dalam menjalankan program pengembangan ekosistem hidup berbasis sains dan teknologi.

“Program ini menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan riset yang lebih implementatif, kolaboratif, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Universitas Muhammadiyah Cirebon berkomitmen menjadikan riset sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah maupun nasional,” tambahnya.

Mengusung tema “Serempak Berdampak: Menyemai Tradisi, Memanen Inovasi,” Program Bestari Saintek diarahkan untuk memperkuat budaya inovasi dan pemanfaatan hasil penelitian agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan masa depan.

Baca Juga: IHSG Tertekan Jelang Pengumuman MSCI, OJK Bicara Risiko dan Harapan Pasar RI

Sebelumnya, pada tanggal 28 April 2026, para ketua tim program mengikuti sesi pembekalan dan pemantapan (coaching) terkait strategi implementasi program, tata kelola pelaksanaan, hingga penguatan orientasi luaran dan dampak program.

Keikutsertaan UMC dalam program ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat kapasitas kelembagaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain meningkatkan jejaring kolaborasi nasional, program tersebut juga membuka peluang pengembangan inovasi berbasis potensi lokal yang dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Capaian ini sekaligus memperlihatkan semakin meningkatnya eksistensi Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam mendukung agenda transformasi pendidikan tinggi, penguatan riset unggulan, dan pembangunan ekosistem sains dan teknologi di Indonesia.

Melalui keterlibatan aktif dalam Program Bestari Saintek 2026, UMC optimistis mampu memperluas kontribusi akademik yang berdampak, mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.***