POJOKSATU.ID – Fatimah Azzahra, perempuan yang terseret dalam dugaan perselingkuhan dengan anggota DPRD Kota Cirebon berinisial HSG, akhirnya muncul ke publik dan memberikan klarifikasi atas berbagai tuduhan yang selama ini beredar.

Didampingi kuasa hukumnya, Hetta Mahendrati Latumeten, Fatimah membantah sejumlah narasi yang dinilai tidak sesuai fakta dan menyerang kehidupan pribadinya.

Kuasa hukum Fatimah menegaskan bahwa persoalan yang terjadi merupakan ranah rumah tangga yang tidak sepenuhnya diketahui publik.

“Berbagai tuduhan yang diarahkan kepada prinsipal kami tidaklah benar. Dan itu merupakan ranah pribadi,” ujar Hetta

Menurut Hetta, konflik rumah tangga antara Fatimah dan suaminya berinisial R telah berlangsung cukup lama, bahkan jauh sebelum isu dugaan perselingkuhan mencuat ke publik.

Baca Juga: MILO ACTIV Indonesia Race 2026 Medan: Jumlah Peserta Melonjak, Lebih dari 7.300 Pelari

Ia menjelaskan, pada awal Januari tahun lalu, Fatimah disebut telah dikembalikan kepada orang tuanya. Proses tersebut, kata dia, disaksikan langsung oleh kedua orang tua Fatimah serta ibu dari R.

“Hal itu menunjukkan bahwa persoalan rumah tangga mereka memang sudah berlangsung serius sejak lama,” katanya.

Hetta juga mengungkapkan bahwa konflik berkepanjangan tersebut berdampak pada kondisi psikologis kliennya. Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, Fatimah disebut menjalani konsultasi dan perawatan dengan psikiater.

“Prinsipal kami menjalani perawatan dan konsultasi dengan psikiater sebagai akibat konflik rumah tangga yang berkepanjangan dan tidak terselesaikan,” ujarnya.

Meski menghadapi berbagai tudingan, pihak Fatimah mengaku selama ini memilih diam demi menjaga martabat keluarga dan melindungi kondisi mental anak-anak.

Baca Juga: Sudah Satu Hari Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang, Saat Turun Terpisah dari Dua Rekannya

Sementara itu, Fatimah Azzahra mengaku keputusannya berbicara ke publik bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan meluruskan informasi yang dinilainya keliru.

“Hari ini saya memutuskan untuk berdiri di sini dan berbicara bukan karena saya menginginkan kegaduhan. Tapi karena saya diam selama ini ternyata disalahartikan,” kata Fatimah.

Ia mengaku telah berusaha bertahan dan bersabar selama hampir 10 tahun menjalani kehidupan rumah tangga. Menurutnya, sikap diam yang dipilih selama ini bukan berarti dirinya lemah ataupun membenarkan tuduhan yang berkembang.

“Saya diam bukan karena saya lemah. Saya diam bukan karena saya membenarkan narasi-narasi keliru yang beredar di luar sana,” ujarnya.

Fatimah menyebut fokus utamanya saat ini adalah kondisi mental dan masa depan anak-anaknya yang ikut terdampak akibat polemik tersebut.

Baca Juga: Polisi Beberkan Peran 320 WNA di Markas Judi Online di Hayam Wuruk Jakarta Barat

“Mereka tidak butuh drama atau narasi palsu, mereka butuh ketenangan,” ucapnya.
Ia pun berharap proses hukum yang berjalan dapat berlangsung secara adil tanpa adanya serangan pribadi terhadap dirinya maupun keluarga besarnya.

“Saya berharap proses hukum ini bisa berjalan dengan semestinya tanpa perlu ada lagi pembunuhan karakter terhadap saya, keluarga besar saya, ataupun anak-anak saya,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Fatimah juga membantah

keras tuduhan yang menyebut dirinya pernah bekerja sebagai perempuan malam.
“Saya dicap LC, saya dicap pelacur, saya dicap pernah bekerja sebagai perempuan malam. Itu semua adalah tuduhan yang tidak benar,” tegasnya.

Fatimah menegaskan dirinya selama ini hanya berusaha menjaga nama baik dan masa depan anak-anaknya.

“Saya adalah seorang ibu yang selalu menjaga marwah anak-anak saya,” pungkasnya.***