POJOKSATU.ID - Kabar menggembirakan datang dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sebanyak 500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan akan menjalani operasi katarak gratis dalam waktu dekat.
Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 9 Mei hingga 25 Mei 2026.
Wah, ini jelas jadi angin segar buat warga!
Program operasi katarak ini menyasar beberapa wilayah di NTB dengan pembagian yang cukup merata.
Untuk wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima, tercatat sebanyak 165 KPM akan mendapatkan layanan ini.
Sementara itu, Lombok Tengah mendapat kuota 100 orang.
Nah, yang paling banyak ada di wilayah Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Utara. Totalnya mencapai 235 KPM.
Baca Juga: Ditanya MK, DPR Tegaskan Anggaran Makan Bergizi di APBN Pendidikan 2026 Tak Langgar Konstitusi
Eh, angka ini menunjukkan betapa tingginya kebutuhan layanan kesehatan mata di wilayah tersebut.
Operasi katarak gratis ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini terkendala biaya.
Katarak sendiri menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan, bahkan kebutaan, jika tidak segera ditangani.
Dengan adanya program ini, ratusan warga kini punya harapan baru untuk kembali melihat dengan jelas.
Bayangkan saja, aktivitas sehari-hari yang sebelumnya terganggu kini bisa kembali normal.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa daftar juga,” ungkap salah satu calon pasien dengan nada penuh harap.
Pelaksanaan operasi yang dimulai pada 9 Mei hingga 25 Mei 2026 ini juga dipastikan berjalan bertahap.
Hal ini dilakukan agar proses pelayanan tetap optimal dan pasien mendapatkan penanganan terbaik.
Program ini tak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Ya, penglihatan yang baik tentu membuka banyak peluang mulai dari bekerja hingga berinteraksi sosial.
Dengan total 500 penerima manfaat, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menekan angka gangguan penglihatan di NTB.
Semoga saja ke depan makin banyak program serupa yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mantap, kan?***




