POJOKSATU.id, Bandung — Masyarakat Jawa Barat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang mudik Idulfitri 2026.

Peringatan ini muncul setelah kasus campak di provinsi tersebut melonjak signifikan sepanjang 2025.

Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat sebanyak 1.785 kasus positif campak terjadi pada 2025.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 271 kasus.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Februari 2026, jumlah kasus campak di Jawa Barat sudah mencapai 252 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani, mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular.

Penularannya dapat terjadi melalui percikan batuk atau bersin dari penderita, kontak langsung dengan penderita, maupun melalui benda yang terkontaminasi virus.

“Idulfitri merupakan momen pergerakan massa yang masif dan pertemuan banyak orang. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tersebut karena mudah menular,” ujar Vini, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, satu orang penderita campak dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau melengkapi imunisasi campak hingga dosis kedua sebelum mudik Lebaran.

Imunisasi ini terutama ditujukan bagi anak usia 9–59 bulan.

Saat ini, sejumlah wilayah di Jawa Barat juga tengah melaksanakan Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi kejar serempak untuk menekan penyebaran campak.

Program tersebut memprioritaskan anak usia 9–59 bulan.

Orang tua yang ingin anaknya mendapatkan imunisasi dapat mendatangi berbagai layanan kesehatan, seperti posyandu dan puskesmas.

Imunisasi juga tersedia di satuan pendidikan seperti PAUD dan TK, tempat ibadah, serta Pos Pelayanan Mudik.

Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Langkah sederhana seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker saat sakit dinilai penting untuk menekan penularan.

Warga yang mengalami gejala campak, seperti demam disertai ruam, dianjurkan segera menerapkan PHBS, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, serta melakukan isolasi mandiri.