POJOKSATU.ID -  Olympic Ahmad Dahlan (Olympicad) VIII yang digelar selama tiga hari di Kota Makassar dari mulai tanggal 12–14 Februari 2026, menjadi ajang pembuktian prestasi siswa Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Di tengah atmosfer kompetisi yang penuh semangat, SMK Muhammadiyah Lemahabang, Kabupaten Cirebon, tampil gemilang dengan torehan dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

Riki Aulia Awalin dan Mega Utara dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) menunjukkan ketelitian dan keterampilan luar biasa dalam lomba Trouble Shooting dan Service Berkala. Hasilnya, keduanya sukses menyabet medali emas pada kategori Engine R25.

Sementara itu, Gio Eka Nugraha dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) berhasil meraih medali perak berkat kepiawaiannya dalam engine tune up, sistem kelistrikan, dan rem kendaraan. Tak ketinggalan, Dimas Azmi Abdullah dari jurusan TKJ menambah kebanggaan dengan medali perunggu di cabang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Baca Juga: SKTP Terbit Akhir Januari Cair Februari, Bagaimana Pola Februari 2026? Ini Analisis Berdasarkan Data Pencairan Terbaru

Prestasi ini semakin berkilau dengan dukungan industri otomotif. Yamaha Indonesia memberikan hadiah berupa mesin R25 senilai Rp10,5 juta untuk para juara emas.

Mesin berteknologi tinggi ini bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga peluang riset nyata bagi siswa. Dengan fasilitas tersebut, bengkel sekolah kini memiliki sarana pembelajaran modern, membuka jalan bagi eksplorasi teknologi motor besar.

Kepala Program Teknik Sepeda Motor, Ade Aris Saputra, menyampaikan rasa syukur sekaligus pesan penting bagi siswa.

“Alhamdulillah, tahun ini ada peningkatan. Sebelumnya hanya satu emas, sekarang dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Harapan kami ada generasi penerus yang bisa lebih eksis di ajang berikutnya, sehingga nama Muhammadiyah Lemahabang semakin baik dan dikenal luas. Dukungan industri seperti Yamaha juga membuktikan bahwa prestasi siswa kita diakui dunia usaha.” kata Ade

Baca Juga: Truk Kontainer Terguling Timpa Minibus di Karawang, 3 Orang Tewas

Lebih jauh, Ade Aris menekankan bahwa prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMK Muhammadiyah Lemahabang.

“Harapannya masyarakat Cirebon timur khususnya semakin mempercayakan pendidikan putra dan putrinya setelah lulus dari jenjang SMP/MTs bisa melanjutkan ke SMK Muhammadiyah Lemahabang. Bukan hanya karena fasilitas sekolah yang lengkap, tetapi juga karena prestasi siswa dan siswinya yang sudah terbukti di tingkat nasional,” ujarnya.

Bagi SMK Muhammadiyah Lemahabang, pencapaian ini bukan hanya soal medali. Lebih dari itu, kemenangan di Olympicad VIII menjadi bukti nyata bahwa sekolah vokasi mampu bersaing di tingkat nasional.

Dengan dukungan industri dan semangat siswa, kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Lemahabang semakin menguat.

 

Caption: Siswa bersama Guru pendamping SMK Muhammadiyah Lemahabang Kabupaten Cirebon/istimewa