POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, bereaksi keras saat melintas di jalan Purwakarta–Bandung, tepatnya di Jalan Raya Cilalawi, Kecamatan Sukatani, Senin pagi, 09 Februari kemarin.
Alih-alih menikmati perjalanan, Om Zein justru disambut pemandangan yang bikin geleng kepala dan tampak marah besar, karena jalan umum dipenuhi tanah merah, licin, berbahaya, dan sama sekali tak mencerminkan tanggung jawab siapa pun yang menggunakannya.
“Allah Ya Robbi. Ini jalan penuh tanah. Ini siapa pelakunya, nggak mikir. Coba pikir keselamatan orang,” ujar Om Zein dengan nada geram, dalam unggahan video di akun TikTok @omzein_bupatiaing.
Baca Juga: Karena Indonesia Sudah Gabung Board of Peace, KSAD Sebut Siap-Siap Kirim Pasukan Ke Gaza!
Nada itu bukan tanpa alasan. Tanah yang berserakan di badan jalan berpotensi membuat kendaraan baik roda dua maupun roda empat terpeleset dan rawan kecelakaan.
Dan ironisnya, semua itu terjadi di jalan arteri, jalur vital yang dilalui ribuan pengendara setiap hari karena hanya jalan itu akses satu- satunya menuju ke pusat kota purwakarta.
“Ini gimana kalau ada kendaraan kepeleset? Jangan pikir kepentingan sendiri,” tegasnya lagi.
Baca Juga: Layanan dan Produk dari Shop and Bike Flagship Store
Kemarahan Om Zein bukan sekadar konten media sosial. Di lokasi, ia langsung menghubungi Satpol PP Purwakarta untuk menelusuri siapa pihak yang bertanggung jawab atas kondisi jalan tersebut.
Tak berhenti di situ, petugas Damkar juga diminta segera turun tangan membersihkan tanah dari badan jalan demi mencegah kecelakaan.
“Teguh, itu tolong Jalan Cilalawi penuh tanah. Cari tahu siapa pelakunya. Bawa petugas damkar untuk bersihkan jalan. Takutnya ada yang celaka,” perintah Om Zein dengan nada tak bisa ditawar.
Baca Juga: Ramadhan dan Ekonomi Syariah, Antara Peluang Berkah dan Tantangan Konsumtif
Pesannya jelas dan menusuk: jalan umum bukan milik pribadi, dan keselamatan pengguna jalan bukan sesuatu yang bisa dikorbankan demi kepentingan sepihak.
“Kasih tahu sama pelakunya jangan mementingkan kepentingan sendiri. Itu kan jalan umum. Kalau ada yang celaka gimana?” tutup Om Zein dengan nada keras.
Pojoksatu.id, kemudian menelusuri apa penyebab banyaknya material tanah merah yang berserakan dijalan, kemudian di timpa hujan yang akhirnya jalanan menjadi licin.
Baca Juga: Puasa Tetap Produktif dan Semangat, Ini Tips dan Ide Kegiatan Positif Selama Ramadan
Ternyata kendaraan pengangkut material - material batu split tersebut penyebabnya, ratusan kendaraan material yang hilir mudik penuh tanah.
Berdasarkan hasil penelusuran sepanjang jalan yang lokasinya licin tersebut, di kiri kanan jalan ada pengusaha tambang yang mengepul tambangnya.
Tercatat sedikitnya ada 4 pengusaha tambang, yang mengepul tambang di kiri kanan jalan yang kotor dan licin penuh tanah merah tersebut.
Yaitu, perusahaan RIZAL, RBP, MOLI dan BPS. Keempat perusahaan pengepul tambang batu split tersebut, diduga menjadi biang kerok jalan utama kotor dan licin.***




