POJOKSATU.ID – Persatuan Sepakbola Indonesia Tjirebon (PSIT) Cirebon resmi menapaki babak baru perjalanan klub setelah kepemilikannya diambil alih pengusaha muda asal Kota Cirebon, Asep Sholeh Fakhrul Insan.
Pergantian kepemilikan ini disambut antusias oleh berbagai elemen sepakbola Cirebon yang berharap kebangkitan klub legendaris tersebut segera terwujud.
Dukungan kuat mengalir dari para legenda PSIT, pelatih sepakbola, hingga pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Cirebon. Komitmen tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di salah satu kafe di kawasan Jalan R.A. Kartini, Kota Cirebon, Rabu malam (14/1/2026).
Pertemuan itu menjadi simbol persatuan dan kebersamaan insan sepakbola Cirebon dalam menyongsong arah baru PSIT. Para senior klub menilai kehadiran Asep Sholeh membawa harapan besar, terutama dalam membangun manajemen yang profesional, sistem pembinaan berjenjang, serta target prestasi yang lebih jelas.
Salah satu legenda PSIT, Nurjaman, menyebut kondisi PSIT sebelumnya belum menunjukkan capaian prestasi yang membanggakan. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa perubahan signifikan.
“Prestasi PSIT sebelumnya memang kurang menggembirakan. Dengan hadirnya Pak Asep sebagai pemilik baru, kami berharap PSIT bisa jauh lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Nurjaman juga menegaskan, para legenda, pelatih, dan pengelola SSB sepakat memperkuat fondasi PSIT melalui pembinaan yang berkelanjutan. Salah satunya dengan menghidupkan kembali kompetisi sepakbola berjenjang untuk melahirkan pemain potensial dari daerah.
“Prestasi itu lahir dari kompetisi. Selama ini hampir tidak ada kompetisi berjenjang yang digelar. Ke depan, ini yang akan kami dorong bersama,” katanya.
Ia menambahkan, para senior PSIT berkomitmen membawa klub kebanggaan masyarakat Cirebon itu ke level yang lebih tinggi, bahkan menargetkan bisa bersaing hingga Liga 1 Indonesia.
Sementara itu, Asep Sholeh Fakhrul Insan mengapresiasi dukungan yang diberikan para legenda, pelatih, dan pengelola SSB. Menurutnya, masukan dan saran dari para senior menjadi modal penting dalam membangun PSIT ke depan.
“Ini sebuah kehormatan besar. Banyak legenda PSIT yang puluhan tahun mendedikasikan hidupnya untuk sepakbola Cirebon menaruh harapan kepada kepengurusan baru. Semua masukan akan kami tampung dan jadikan program,” ucap Asep.
Ia menegaskan bahwa PSIT kini hadir dengan wajah dan semangat baru, tanpa meninggalkan identitas serta sejarah panjang klub tertua di Cirebon tersebut.
Baca Juga: Purbaya Buka Opsi Kocok Ulang PNS Pajak! Dari Kantor Nyaman Hingga ke Daerah Terpencil
“PSIT sekarang bukan PSIT yang lama. Ada semangat baru, program baru, dan tujuan yang lebih jelas. Kami ingin PSIT menjadi kebanggaan masyarakat Cirebon, baik kota maupun kabupaten,” tegasnya.
Asep juga mengungkapkan rencana rebranding logo PSIT sebagai bagian dari pembaruan klub. Meski demikian, ia memastikan perubahan tersebut tidak akan menghilangkan nilai historis dan identitas PSIT.
“Rebranding ini untuk memunculkan semangat dan wajah baru, bukan menghapus sejarah. Identitas PSIT tetap dijaga,” jelasnya.
Selain itu, manajemen baru juga menyiapkan Akademi PSIT sebagai wadah pembinaan talenta lokal hasil didikan SSB dan diklat yang telah berjalan. Launching resmi PSIT dengan konsep baru ditargetkan berlangsung dalam waktu dekat, masih di bulan Januari 2026.
Baca Juga: Soal Penambang Emas Antam Tertimpa Tanah Longsor, Polisi: Jika Informasi Itu Benar Kami Selidiki
Ke depan, Asep Sholeh juga berencana menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah se-wilayah Ciayumajakuning guna mendapatkan dukungan demi kemajuan PSIT Cirebon.***




