POJOKSATU.id, JAKARTA-- Jelang Musyawarah Nasional (Munas) X, LDII menjalin silaturahim ke kantor PP Muhammadiyah untuk memperkuat ukhuwah antar ormas islam.

Langkah ini sebagai etika berorganisasi sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 mendatang.

“Dalam hal-hal yang bersifat formal, seperti kami akan menyelenggarakan munas, tentu kami harus berdiskusi dengan ormas Islam lainnya. Silaturahim ini penting, karena sebagai sesama muslim kami memiliki tanggung jawab membangun bangsa dan negara,” kata Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga: Panduan Lengkap Menyusun SKP 2026 dari Nol di E-Kinerja BKN

Chriswanto menegaskan, berbagai persoalan kebangsaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Perlu, peran pemerintah dan didukungan ormas-ormas keagamaan agar solusi yang dihasilkan lebih optimal.

“Permasalahan bangsa ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah atau satu ormas. Indonesia dibangun atas dasar perbedaan, dan justru perbedaan itu memperkaya upaya membangun Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi dan silaturahmi agar antarlembaga dapat saling melengkapi kelebihan dan meminimalkan kekurangan.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Sekolah hingga 2029 untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

Dia juga berharap kerja sama antara LDII dan Muhammadiyah tidak hanya terjalin dalam momentum Munas X LDII, tetapi berlanjut secara berkesinambungan di berbagai bidang.

"Kami sebagai saudara yang lebih muda banyak belajar, terutama di bidang sosial, pengelolaan aset, pendidikan, dan kesehatan. Selama ini kami banyak meniru karena ada banyak kesamaan. Silaturahim ini untuk memperdalam proses belajar agar menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tabligh, Dakwah Komunitas, Kepesantrenan, dan Pembinaan Haji-Umrah, KH Saad Ibrahim menyampaikan terima kasih atas kehadirannya LDII untuk yang kedua kalinya ini.

"Kita saling belajar, kita saling melihat sisi positif dari masing-masing, lalu kemudian kita gunakan untuk kekuatan kita bersama,” ujarnya.

Ia berharap ukhuwah dengan ormas Islam, termasuk dengan LDII, dapat terus terjalin. Ke depan, diharapkan ada kerja sama yang konkret dalam konteks umat, kebangsaan, dan konteks universal.

"Kebersamaan itu bukan sekadar soal bertemu. Walaupun tidak bertemu, batin kita sudah menjadi satu, ini harus menjadi bagian dari pandangan kita terhadap ormas-ormas, khususnya ormas keagamaan,” ujarnya.

Dia menambahkan, audiensi LDII dengan Muhammadiyah diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama yang konkret dan berkelanjutan, demi kemaslahatan umat dan bangsa. Dia juga juga mendoakan agar pelaksanaan Munas X LDII 2026 berjalan lancar dan sukses.

“Insya Allah akan dimudahkan oleh Allah, diberikan pertolongan dan kesuksesan. Seluruh kebaikan dan ikhtiar demi kemaslahatan umat yang telah dilakukan dapat terus berlanjut dan menjadi lebih baik,” tuturnya.***