POJOKSATU.ID — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan ke Vihara Dewi Welas Asih, Kota Cirebon. 

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah dengan diserahkannya sertifikat hak milik Vihara Dewi Welas Asih oleh negara melalui Kementerian ATR/BPN.

Vihara Dewi Welas Asih yang berlokasi di Jalan Kantor Nomor 2, Kecamatan Lemahwungkuk, merupakan klenteng tertua kedua di Indonesia. 

Berdiri sejak tahun 1595 M, vihara ini telah berusia lebih dari 400 tahun dan ditetapkan sebagai cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi, tak terpisahkan dari perjalanan panjang Kota Cirebon. 

Bahkan, vihara ini disebut pernah menjadi tempat singgah Laksamana Cheng Ho dalam pelayaran bersejarahnya.

Baca Juga: Pastikan Kenyamanan Pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon Optimalisasikan Layanan Lost and Found

AHY menyampaikan rasa bahagianya dapat kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar Yayasan Buddha Metta Cirebon, yang membawahi tiga vihara, yakni Vihara Dewi Welas Asih, Vihara Pancaran Keselamatan, dan Vihara Makin Talang.

“Hari ini menjadi momen yang spesial. Kita bersama-sama mendengarkan perjalanan sejarah yang panjang dari Vihara Dewi Welas Asih yang berdiri sejak tahun 1500-an dan terus dimuliakan oleh umat Buddha serta masyarakat luas,” ungkapnya.

AHY menegaskan, ketiga vihara di bawah naungan Yayasan Buddha Metta kini telah resmi dinyatakan sebagai hak milik oleh negara. Kepastian hukum ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi umat Buddha dalam menjalankan ibadah, serta bagi pengurus yayasan dan vihara dalam mengelola rumah ibadah tersebut.

“Dengan adanya sertifikat ini, kepastian hukum atas tanah dan bangunan vihara telah terjamin. Semoga membawa ketenangan bagi umat Buddha dan seluruh pengurus,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Anggota DPR RI Herman Khaeron yang mewakili daerah pemilihan Cirebon dan Indramayu. 

AHY menyatakan pemerintah terus membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat melalui para wakil rakyat di berbagai tingkatan.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Mulai Penuhi Janji Politik Membangun Jalan, PUPR 45 KM Perkim 56 KM Total Ratusan KM Jalan Sudah Dibangun

Lebih lanjut, AHY menegaskan komitmen pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga nilai-nilai toleransi, kerukunan antarumat beragama, persatuan, dan pluralisme sebagai kekuatan bangsa.

“Keberagaman bukan kerentanan, melainkan kekuatan besar bagi Indonesia untuk maju bersama,” tegasnya.

AHY juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan solidaritas nasional, khususnya dalam menghadapi bencana alam yang tengah melanda sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Mudah-mudahan Yayasan Buddha Metta dan Vihara Dewi Welas Asih beserta vihara lainnya terus menghadirkan kedamaian dan keberkahan bagi seluruh masyarakat,” pungkas.***