POJOKSATU.id - Program Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) inisiasi Pemkot Depok terbukti berhasil mendorong kemajuan signifikan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Memasuki hampir satu semester pelaksanaan, para peserta didik berkebutuhan khusus di kelas menggambar memperlihatkan pertumbuhan kemampuan yang beragam namun positif.
Arjuanda Saputra, selaku instruktur Pelatihan Menggambar menyebutkan bahwa kemajuan setiap peserta didik sangat bergantung pada kondisi individual mereka masing-masing.
"Perkembangan mereka tidak bisa disamakan anak tuna daksa atau tuna rungu biasanya mentalnya normal, hanya fisiknya yang terkendala. Tapi secara keseluruhan mereka sudah berkembang setelah mengikuti pelatihan ini," ujarnya, Rabu 10 Desember 2025.
Juan sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kendala utama dalam proses transfer ilmu sering kali muncul pada peserta yang mengalami keterlambatan kognitif atau kesulitan mencerna arahan.
Selain itu, proses pembelajaran menjadi lebih menantang bagi anak dengan karakteristik autisme atau menyerupai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) karena respons mereka yang cenderung fluktuatif.
Baca Juga: Ribuan Guru Lulus PPG tapi NRG Tak Kunjung Terbit! Ini Akar Masalahnya
Guna memaksimalkan pembelajaran, peserta dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni anak besar yang dilatih menggambar suasana dan anak kecil yang fokus pada penyempurnaan bentuk objek.
"Anak besar belajar menggambar seperti pasar, hewan dan bangunan. Anak kecil cukup menggambar objek lengkap sesuai minatnya," tambahnya.
Mengenai tingkat kemandirian dalam berkarya, Juan menilai bahwa capaian saat ini sudah tergolong efektif menyesuaikan dengan keterbatasan yang dimiliki masing-masing anak.
"Beberapa bisa mandiri, tapi ada juga yang masih perlu diarahkan oleh instruksi," ungkapnya.
"Tapi dengan semangat mereka yang luar biasa, mereka terus tumbuh dan ingin belajar," tutupnya.***




