POJOKSATU.id – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat tahun 2025 menggunakan mekanisme prioritas dan perangkingan sebagai dasar kelulusan.

Sistem ini dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian PANRB, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Seperti diketahui, kebutuhan formasi ini dirahkan untuk mengisi kebutuhan guru, tenaga administrasi, operator sekolah, pengelola keuangan, hingga wali asuh dan wali asrama untuk 100 titik Sekolah Rakyat di Indonesia.

Dari sinilah proses seleksi disusun agar tepat sasaran.

Arahkan rekrutmen ini dilakukan untuk menjaring mereka yang sudah memiliki rekam kerja di lingkungan pemerintah, terutama pelamar berstatus PPPK Paruh Waktu.

Baca Juga: DISARING SEJAK AWAL, Bagaimana PPPK Paruh Waktu Bisa Sampai Jadi PPPK Tendik Kemensos? Simak Cara Penyaringan, Seleksi hingga Sistem Kelulusan

Pengalaman dan kontribusi mereka sebagai PPPK Paruh Waktu menjadi landasan utama sebelum masuk ke tahap teknis sebagai PPPK Tendik Sekolah Rakyat Kemensos.

Persiapan Materi SKTT

Setelah peserta melewati persyaratan umum dan persyaratan khusus di awal, peserta akan terlebih dahulu menyiapkan diri dalam Seleksi Administrasi.

Di tahap ini, Kemensos memeriksa dokumen pendidikan dan kesesuaian formasi yang dilamar.

Tahap ini sering dianggap formalitas, padahal justru menjadi gerbang penting untuk memastikan antara kualifikasi dengan kebutuhan jabatan benar-benar tepat.

Hasil Seleksi Administrasi akan diumumkan pada 8–9 Desember 2025.

Begitu pengumuman diterima, fokus peserta langsung bergeser ke Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) sebagai tahap penentu akhir dalam sistem kelulusan PPPK Tendik Sekolah Rakyat Kemensos 2025.

Kemensos memang belum merilis petunjuk teknis secara rinci, tetapi kerangka jadwalnya sudah disiapkan:

Baca Juga: JANGAN MELONGO, Pahami CARA HITUNG Besaran Rincian GAJI dan TUNJANGAN PPPK Tendik Sekolah Rakyat Kemensos, Bukan Perpres 11, Ini ATURAN yang DIGUNAKAN

  • Penjadwalan SKTT: 16–17 Desember 2025

  • Konfirmasi/Pengumuman Jadwal Peserta: 18–20 Desember 2025

  • Pelaksanaan SKTT: 21–23 Desember 2025

Dengan jadwal yang cukup rapat, peserta perlu menyiapkan diri lebih awal, terutama untuk kemungkinan adanya psikotes dan uji kompetensi tambahan lain.

Memahami SKTT

SKTT sebenarnya bersifat opsional bagi instansi. Namun khusus untuk PPPK Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2025, Kemensos menegaskan bahwa SKTT menjadi tahapan yang wajib diikuti sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

SKTT adalah tes non-CAT yang digelar langsung oleh instansi.

Bentuknya bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan jabatan, tetapi beberapa pola umum biasanya tetap muncul:

1. Psikotes: Tes untuk mengukur aspek psikologis pelamar, seperti kepribadian, minat, dan bakat.

Psikotes menjadi kemungkinan terbesar dalam SKTT karena dipakai untuk menilai:

  • kecerdasan dasar,

  • kestabilan emosi,

  • kesiapan bekerja di lingkungan formal,

  • kemampuan bekerja sama, adaptasi, dan konsistensi.

2. Tes Kesehatan dan Kejiwaan: Pemeriksaan untuk memastikan kondisi fisik dan mental pelamar memenuhi syarat untuk tugas yang diemban.

  • Menjadi bagian penting terutama untuk posisi yang melibatkan pelayanan langsung terhadap siswa, termasuk wali asuh serta wali asrama.

3. Wawancara: Dilakukan untuk menggali lebih dalam informasi mengenai pengalaman kerja, motivasi, dan kesesuaian nilai-nilai pelamar dengan budaya kerja instansi.

Baca Juga: REKRUTMEN PPPK Badan Gizi Nasional 2025 RESMI DIBUKA, Disiapkan 32 Ribu Formasi, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya!

Dilakukan untuk menggali:

  • motivasi kerja,

  • pengalaman lapangan,

  • kecocokan nilai pribadi dengan budaya kerja instansi,

  • pemahaman terhadap tugas formasi yang dilamar.

4. Tes Keterampilan (Praktik Kerja): Ujian praktik untuk mendemonstrasikan kemampuan teknis yang relevan dengan pekerjaan, misalnya kemampuan mengoperasikan perangkat lunak tertentu atau keterampilan fisik.

Misalnya:

  • mengoperasikan perangkat lunak administrasi sekolah,

  • membuat laporan keuangan sederhana,

  • menunjukkan kemampuan komunikasi dasar di lingkungan pendidikan,

  • simulasi tugas asrama.

5. Portofolio: Penilaian berdasarkan dokumen atau bukti-bukti hasil kerja sebelumnya yang menunjukkan kompetensi pelamar.

  • Digunakan untuk melihat bukti nyata kompetensi kerja, terutama bagi pelamar yang sebelumnya bekerja di instansi pendidikan.

Semua bentuk tes tersebut ditujukan untuk memberikan gambaran menyeluruh, bukan hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan kecocokan kerja.

Baca Juga: Prediksi PERTANYAAN dan Contoh JAWABAN di TAHAP WAWANCARA PPG Calon Guru 2025, Kuasai 10 KOMPETENSI Ini LENGKAP

Materi Psikotes pada PPPK

Meskipun format spesifik dapat bervariasi tergantung instansi, materi psikotes PPPK umumnya mencakup beberapa area utama:
 
1. Tes Kemampuan Kognitif (Intelegensi Umum)
 
Bagian ini mirip dengan tes inte tes umum (TIU) pada seleksi CPNS, tetapi sering kali disajikan dalam format yang berbeda (misalnya, soal deret gambar, bukan soal cerita). Tujuannya adalah mengukur kemampuan dasar nalar Anda.
  • Kemampuan Verbal: Sinonim (persamaan kata), Antonim (lawan kata), dan Analogi kata.
  • Kemampuan Numerik: Deret angka, kemampuan berhitung, dan soal cerita matematis sederhana.
  • Kemampuan Logika/Figural: Penalaran logis (silogisme), penalaran analitis, dan deret gambar/pola gambar (melengkapi gambar yang hilang).
2. Tes Kepribadian dan Penyesuaian Diri
 
Ini adalah bagian krusial dalam psikotes untuk menilai bagaimana Anda cenderung berperilaku di tempat kerja, apakah Anda bisa bekerja sama dalam tim, dan bagaimana Anda menangani tekanan.
  • PAPI Kostick atau EPPS: Tes ini menggunakan kuesioner untuk memetakan kepribadian Anda, seperti kepemimpinan, tanggung jawab, inisiatif, dan hubungan sosial.
  • Tes Wartegg: Anda diminta melengkapi beberapa pola gambar yang tersedia. Hasil gambar Anda dianalisis untuk melihat kreativitas, konsistensi, dan cara Anda menyelesaikan masalah.
  • Tes Gambar Orang (DAP) dan Pohon (BAUM): Analisis dari cara Anda menggambar dapat memberikan gambaran tentang kepercayaan diri, tanggung jawab, dan stabilitas emosi Anda.
3. Tes Stabilitas Emosi dan Ketahanan Kerja
  • Tes Pauli / Kraepelin (Tes Koran): Anda diminta menjumlahkan deretan angka dalam waktu tertentu. Tes ini mengukur konsentrasi, ketahanan terhadap stres, ketelitian, kecepatan kerja, dan konsistensi Anda.

 

Skema Prioritas Kelulusan

Setelah melalui berbagai bentuk tes dalam SKTT sebagai salah satu dasar penilaian, peserta akan menghadapi Sistem kelulusan Kelulusan seleksi ini tetap berpatokan pada status kepegawaian pelamar.

Baca Juga: DOWNLOAD SEMUA MODUL, Pahami Sinkron JADWAL DAN TAHAPAN PPG Guru Tertentu 2025 Ini, Cek Ketentuan Modul hingga Persiapan UKPPPG

Urutannya meliputi:

  1. PPPK Paruh Waktu di lingkungan Kemensos
    Mereka berada pada posisi pertama dalam pengisian formasi karena dinilai paling relevan dengan kebutuhan instansi.

  2. PPPK Paruh Waktu di instansi pemerintah lain
    Menjadi prioritas kedua jika kuota dari prioritas pertama belum terpenuhi.

Jika formasi belum terisi penuh oleh prioritas tertinggi, barulah pelamar dari prioritas berikutnya masuk melalui sistem perangkingan nilai.

Ketika nilai kompetensi CAT dua atau lebih peserta berada di titik yang sama, penentuannya dilakukan bertahap:

  1. Usia tertinggi

  2. Semua peserta dengan kondisi nilai dan usia identik tetap dipertimbangkan dalam proses akhir

  3. Nilai psikotes tertinggi

  4. Jika masih sama, kembali melihat usia tertua

Skema ini memastikan proses seleksi tetap objektif dan mengakomodasi peserta yang memiliki pengalaman kerja lebih panjang.

Informasi spesifik yang resmi mengenai bentuk dan arah tes, peserta tetap harus menunggu pengumuman resmi dari Kemensos yang kini tengah melakukan rekrutmen PPPK Tenaga Kependidikan untuk Sekolah Rakyat tahun 2025. ***