POJOKSATU.id - Aksi penolakan aktivitas truk tambang kembali pecah di wilayah Bojonegara–Puloampel.

Sejumlah truk tambang terpaksa diputar balik oleh petugas kepolisian bersama warga saat demonstrasi berlangsung di kawasan Terminal Seruni, Kota Cilegon, Senin (17/11/2025).

Tak hanya memblokade pergerakan truk, massa aksi juga menggelar longmarch dari Puloampel menuju pintu Tol Cilegon Timur.

Baca Juga: Tanggapi Banyaknya Sanksi Komdisi untuk PSMS, Fendi Jonathan: Kita Perlu Introspeksi, Belajar Lebih Dewasa dan Bijak Bertindak

Sepanjang aksi, warga menyuarakan tuntutan agar pemerintah menindak tegas truk tambang yang nekat beroperasi di luar jam yang telah ditetapkan.

Warga juga mengingatkan bahwa pelanggaran jam operasional terus memicu kemacetan, kerusakan jalan, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Mereka menuntut pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan percepatan pelebaran jalan di jalur Bojonegara–Puloampel.

Baca Juga: Kesempatan Emas! Beasiswa Prime Future Academy Siap Antar Peserta ke Singapura dan Malaysia

“Kami ingin pemerintah tegas. Jangan ada lagi truk tambang yang seenaknya melanggar aturan jam operasional. Jalan kami rusak, risiko kecelakaan tinggi,” teriak salah satu warga dalam orasi.

Aksi berlangsung tertib dengan penjagaan aparat kepolisian. Sementara itu, warga menegaskan bahwa gerakan serupa akan terus dilakukan apabila tuntutan tidak segera ditindaklanjuti.***