POJOKSATU.id - Ketua TP-PKK Kota Sukabumi sekaligus Pembina PBI Sukabumi Raya, Ranty Rahmatillah, menyambut kunjungan PBI Bogor.
Melalui kegiatan Lenggang Kebaya di Sukabumi, Kamis, 30 Oktober 2025.
Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Museum Pegadaian Sukabumi sebelum acara silaturahmi di Café SKBM Sukabumi.
Baca Juga: Antusias Tinggi, 60 Ribu Siswa di Tangsel Manfaatkan Bus Sekolah Gratis
Di Museum Pegadaian, PBI Sukabumi Raya memperkenalkan sejarah Pegadaian di Sukabumi dan proses terbentuknya lembaga tersebut kepada peserta PBI Bogor.
Ranty Rachmatilah bersama ibu-ibu PBI tampak antusias mengamati koleksi benda bersejarah, seperti foto Kota Sukabumi tempo dulu, stasiun kereta api, dan balai kota.
Museum ini menjadi destinasi edukatif yang menyajikan nilai sejarah sekaligus sarana rekreasi dan pembelajaran bagi masyarakat.
Baca Juga: Sejarah Rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok, Saksi Penculikan Soekarno dan Hatta
Acara kemudian dilanjutkan di Café SKBM dengan sambutan hangat dari Ibu Fona, perwakilan tuan rumah, yang menyampaikan rasa syukur atas kehadiran PBI Bogor.
Ibu Sita, perwakilan PBI Bogor, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PBI Sukabumi atas sambutan hangat yang diterima.
Ia berharap kegiatan ini mempererat silaturahmi antaranggota dan memperkuat komitmen dalam melestarikan kebaya sebagai identitas budaya Indonesia.
Ranty Rachmatilah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kebersamaan, tetapi juga upaya nyata menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kecintaan terhadap kebaya, terutama kepada generasi muda,” ungkapnya.
Sebagai kenang-kenangan, dilakukan penyerahan buku kebaya dari Ibu Sita kepada Ibu Ranty.
Acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya, seperti tari Manuk Dadali dari PBI Bogor, tari Jaipongan Daun Pulus oleh Adel.
Serta fashion show kebaya oleh 20 anggota PBI Bogor dengan pembacaan narasi motif kain batik.
Baca Juga: BRIN Akui TPA Cipeucang Tangsel Cemari Air Tanah
Kegiatan Lenggang Kebaya ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama, menegaskan suasana keakraban dan kehangatan di antara peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat melestarikan kebaya terus tumbuh.
sekaligus memperkuat peran perempuan Indonesia dalam menjaga nilai-nilai tradisi dan identitas budaya.***




