POJOKSATU.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Minggu malam berujung bencana banjir bandang.
Di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Senin hingga hari ini.
Luapan air Sungai Cisolok membawa material lumpur dan batu merendam ratusan rumah warga hingga akses jalan utama lumpuh total.
Baca Juga: Hakim PN Karawang: Permohonan Pengalihan Tahanan Neni Ibu Menyusui Diputus Kamis
Sedikitnya 500 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke lokasi aman setelah ketinggian air mencapai hampir satu meter di beberapa titik.
Banjir ini disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di kawasan tersebut.
Sungai Cisolok Meluap, Air Deras Hantam Rumah Penduduk
Baca Juga: Dosen Muda Undip Raih Doktor di Inggris dalam 3,5 Tahun Tanpa Revisi
Air Sungai Cisolok meluap akibat intensitas hujan yang tinggi sejak malam sebelumnya.
Volume air yang tak tertampung akhirnya mengalir deras ke pemukiman padat penduduk.
Beberapa rumah mengalami kerusakan di bagian dinding dan fondasi, terutama yang berada di bantaran sungai.
Arus air begitu kuat hingga menyeret beberapa perabot rumah tangga warga dan memutus aliran listrik di beberapa dusun.
Pemerintah setempat kini fokus melakukan evakuasi dan pendataan kerugian materi yang ditimbulkan.
Respons Cepat Pemerintah dan Relawan di Lapangan
Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BPBD langsung menurunkan tim gabungan untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran logistik.
Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan mulai didistribusikan ke lokasi pengungsian yang tersebar di beberapa titik aman.
Selain aparat, relawan dari komunitas lokal turut bergerak mengevakuasi warga lanjut usia, anak-anak, dan perempuan.
Meski kondisi cuaca masih belum sepenuhnya membaik, upaya pembersihan material lumpur mulai dilakukan untuk mempercepat pemulihan.
Warga Minta Solusi Permanen untuk Pencegahan
Sejumlah warga berharap adanya solusi jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terus terulang setiap musim hujan.
Baca Juga: IPB University Buka Seleksi Dosen Tetap Non-PNS Tahun 2025, Tersedia 100 Formasi untuk 13 Fakultas
Mereka menilai kondisi drainase dan daerah aliran sungai di kawasan Cisolok perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menurut warga setempat, banjir kali ini bukan hanya akibat curah hujan ekstrem,.
Tetapi juga karena penyempitan alur sungai dan berkurangnya area resapan air akibat pembangunan tak terkendali di sekitar bantaran.
Baca Juga: Tips Make Up Anti Crack dan Tahan Badai, Aman Buat Kamu yang Aktivitas Indoor dan Outdoor
Pemulihan Pascabanjir dan Kesiapsiagaan Warga
Setelah air mulai surut, warga perlahan kembali membersihkan rumah dan menyelamatkan barang yang masih bisa digunakan.
Pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah selatan Sukabumi.
Baca Juga: Jenis Hijab yang Oke Dipakai Ketika Traveling, Sat Set dan Tetap Trendy!
Peristiwa banjir bandang di Cisolok menjadi peringatan keras tentang pentingnya pengelolaan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.
Terutama di wilayah rawan banjir seperti Sukabumi bagian barat.***




