POJOKSATU.id - Kondisi jalan Parungkuda–Parakansalak–Pakuwon yang rusak parah membuat warga bersama sejumlah kepala desa di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, tergerak untuk memperbaikinya secara swadaya.
Dengan menggunakan alat sederhana, mereka menambal lubang dan menata permukaan jalan menggunakan material pasir dan batu (sirtu) sebagai langkah darurat agar akses transportasi tetap bisa digunakan.
Kegiatan gotong royong ini dilakukan karena ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan ekonomi di wilayah selatan Sukabumi.
Warga menilai perbaikan darurat ini penting dilakukan agar aktivitas masyarakat, seperti distribusi hasil pertanian dan perdagangan lokal, tidak terhambat.
Aksi solidaritas tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus.
Ia menyebut langkah yang dilakukan warga selaras dengan semangat partisipasi masyarakat dalam pembangunan infrastruktur sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1 Tahun 2012 tentang peran masyarakat dalam penyelenggaraan jalan.
“Upaya warga ini merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi nyata terhadap pemeliharaan infrastruktur publik. Namun, kami tetap mengimbau agar setiap kegiatan perbaikan jalan dikoordinasikan dengan UPTD Dinas PU, supaya pelaksanaannya aman dan sesuai ketentuan teknis,” ujar Uus.
Lebih lanjut, Uus menjelaskan bahwa ruas Parungkuda–Bojongpari sudah masuk dalam prioritas utama perbaikan pada tahun 2026, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur jalan di daerah penyangga ekonomi.
“Ruas jalan tersebut akan kami tangani secara menyeluruh tahun depan, termasuk peningkatan kualitas permukaannya agar lebih tahan lama,” tegasnya.
Meski begitu, Uus tidak menampik bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam mempercepat perbaikan seluruh jaringan jalan kabupaten.
Dari total 1.424,36 kilometer jalan kabupaten, sekitar 507,48 kilometer di antaranya masih dalam kondisi rusak berat dan memerlukan penanganan segera.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, desa, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga dan merawat infrastruktur jalan yang ada,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, diharapkan kondisi infrastruktur di Sukabumi dapat semakin membaik, mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah selatan. ***



