POJOKSATU.ID - Sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke pabrik Aqua Subang, seolah membuka berbagai hal yang belum diketahui masyarakat luas.
Seperti air yang digunakan Aqua ternyata berasal dari sumur bor dalam, bukan seperti iklannya yang dikatakan bersumber dari mata air pegunungan.
Selain itu, ternyata warga Desa Darmaga, Kecamatan Cisalak, Subang, selama puluhan tahun pabrik Aqua berdiri diduga tak bisa menikmati air bersih di kampung halamannya sendiri dengan gratis.
Menurut pengakuan ketua RW setempat, selama ini sumber air bersih yang mereka dapatkan dari PDAM dan mata air pegunungan yang dikelola karang taruna.
"Saya sebagai ketua RW, saya juga belum, gak pernah minum air Aqua," ungkap seorang ketua RW di Desa Darmaga, Subang, dikutip dari channel YouTube Dedi Mulyadi, 22 Oktober 2025.
Hampir semua rumah yang berada dekat pabrik Aqua memasang 2 pipa dari PDAM dan yang dikelola karang taruna.
Hal tersebut lantaran air PDAM yang sering gangguan, sehingga alternatifnya menggunakan air bersih yang dikelola karang taruna.
Dalam sebulan, warga sekitar rata-rata membayar Rp60 ribu untuk PDAM dan Rp25 ribu untuk yang dikelola karang taruna.
Kejadian ini sangat memprihatinkan, ketika industri besar bisa mengambil air secara gratis, warga sekitar harus membayar untuk menikmati air bersih.
Baca Juga: Ini Bedanya Jabatan Fungsional dan Struktural! ASN Wajib Tahu Sebelum Meniti Karier
Dedi Mulyadi tampak heran dengan pernyataan warga sekitar, pasalnya pihak Aqua menyampaikan hal sebaliknya.
Dari hasil sidak tersebut, perwakilan dari perusahaan mengatakan bahwa mereka memfasilitasi pengambilan air untuk masyarakat dengan membuat bak penampungan dan pipa.
Menurut keterangan Camat setempat, perusahaan air minum dalam kemasan memang benar memberi bantuan pada warga sekitar.
Baca Juga: BNI Tunjukkan Ketangguhan di Kuartal III 2025, Digitalisasi dan Dana Murah Jadi Penggerak Utama
Akan tetapi bantuan tersebut belum terbagi secara merata ke warga sekitar yang berada di sekeliling perusahaan itu.
Nyaris 30 tahun berdiri di Subang, ternyata hingga sekarang masih ada warga sekitar yang harus membeli air bersih dari PDAM atau karang taruna.
Mengetahui hal ini, Dedi Mulyadi meminta pihak desa dan kecamatan agar berkoordinasi dengan perusahaan untuk memanfaatkan air buangan supaya bisa disalurkan ke rumah-rumah warga.
Baca Juga: IPB University Buka 100 Formasi Dosen Tetap Non PNS, Ini Syarat dan Jadwal Daftarnya
Anggaran Rp250 juta dari Pemprov Jawa Barat dipersiapkan untuk membangun bak penampungan dan pipa yang nantinya air bersih itu bisa dinikmati oleh warga secara gratis.
Akan tetapi, untuk pemeliharaan diharapkan bisa dilakukan secara mandiri oleh desa setempat dengan iuran dari warga yang tidak terlalu mahal per bulannya.
Baca Juga: Permata Bank Buka Lowongan Kerja Nasional hingga 31 Desember 2025, Fresh Graduate Bisa Daftar
Air buangan dari sumur bor Aqua di beberapa titik memang dimanfaatkan untuk disalurkan ke warga.
Tapi belum semua warga mendapat manfaat ini, sehingga Dedi Mulyadi memberi instruksi agar titik sumur bor yang air buangannya dibuang ke sungai, lebih baik dimanfaatkan untuk warga yang belum menerima manfaat air bersih.***




