POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Kekuasaan Anne Ratna Mustika mantan istri Dedi Mulyadi, secara perlahan mulai tumbang total di Purwakarta.

Mantan Bupati Anne kemudian memilih menjadi ibu rumah tangga pasca kekalahan di Pilkada 2024 lalu, namun secara politis masih memiliki kekuasaan karena memegang jabatan ketua partai.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya jabatan politis sebagai ketua partaipun habis masa jabatannya yaitu pada pertengahan bulan Agustus bulan lalu.

Baca Juga: Kemendikdasmen Umumkan Jadwal Rilis Hasil Uji Kompetensi, Simak Link Resmi dan Jadwalnya!

“Masa jabatannya sebagai ketua partai sudah habis sejak pertengahan bulan Agustus lalu,” kata sumber di internal partai Golkar, beberapa waktu lalu kepada pojoksatu.id.

Namun, Anne masih memegang jabatan lainnya yaitu sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) gerakan Pramuka Kabupaten Purwakarta.

Kabarnya, masa jabatan Anne sebagai ketua Kwarcab, tahun ini juga akan berakhir masa jabatannya.

Baca Juga: Lulusan PGSD Bersaing dengan Sarjana Teknik Kimia untuk Jadi Guru SD!

Sehingga praktis mantan Bupati Anne Ratna Mustika, kini terlihat jelas menuju detik-detik akhir tumbangnya kekuasaan Anne di Purwakarta.

“Ketua Kwarcab akan habis masa jabatannya akhir bulan Desember tahun ini,” kata sumber di Kwarcab Pramuka Kabupaten Purwakarta, Senin (08/09).

Kilas balik kekuasaan Bupati Anne

Perjalanan Anne di dunia politik, diawali dari ibu rumah tangga sebagai pendamping Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta) pada saat itu.

Baca Juga: Ironi Seleksi Guru PPPK, Benarkah Lulusan Biologi Dapat Mengajar Bidang Lain?

Kemudian Anne di calonkan menjadi Bupati berdampingan dengan calon wakilnya H.Aming, pada saat Pilkada 2018 lalu.

Berkat kepiawian Dedi Mulyadi, Anne yang tadinya hanya sebagai ibu rumah tangga menjelma menjadi sosok berkuasa menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Dipertengahan jabatan  kekuasaannya sebagai Bupati, publik dibuat terkejut oleh keputusan Anne Ratna Mustika karena menggugat cerai Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Dari Aurel Hingga Raffi Ikut Heboh! Hearts2Hearts Curi Perhatian di Iklan Shopee 9.9 Super Shopping Day

Seperti sinetron yang menegangkan, gugatan cerai Anne kepada Dedi Mulyadi menjadi trending dalam beberapa bulan di berbagai platform media sosial.

Tidak hanya sampai disitu, Anne kemudian mencengkramkan kekuasaannya sebagai Bupati semakin kuat dan berkuasa.

Orang-orang dekat Dedi Mulyadi, yaitu para pejabat yang memiliki persabahatan erat dari mulai eselon dua dan tiga disingkirkan dari lingkaran kekuasaan Anne.

Baca Juga: Kebakaran Restoran Cepat Saji Hanguskan Ruko Lain di Seberang Stasiun MRT Cipete

Salah satu yang paling ketara yaitu ketika Kepala Badan Pendapatan Daerah (sahabatnya KDM), posisinya dipindahkan menjadi kepala Arsip dan Perpustakaan oleh Anne.

Padahal, saat menjabat sebagai kepala Bapenda memiliki rekam jejak gemilang yaitu mampu menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.

Kini, segala kukuasaanya baik sebagai Bupati, Ketua Partai bahkan Ketua Kwarcab perlahan tapi pasti menuju detik-detik akhir tumbang total.***