POJOKSATU.ID – Gerakan moral kembali digaungkan oleh para alumni dan relawan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam komunitas Relawan UGM Bergerak.
Mereka akan berkumpul di Kampus UGM untuk mempertanyakan keabsahan ijazah Joko Widodo (Jokowi) sebagai bagian dari upaya menuntut keterbukaan dan transparansi dalam isu yang terus menjadi sorotan publik.
Heru Subagia, Ketua Kagama Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Cirebon, mengonfirmasi bahwa dirinya akan berangkat malam ini bersama sejumlah alumni untuk bergabung dalam aksi moral tersebut.
Ia menyampaikan bahwa gerakan ini dilakukan dengan semangat damai, rasional, dan dialogis.
Baca Juga: PPPK Guru Ditiadakan 2025, Harapan Honorer Kandas Jadi ASN: Pemerintah Tawarkan PPG
“Kami hadir sebagai bagian dari alumni UGM yang ingin mendengar langsung klarifikasi dari pihak rektorat terkait status akademik Pak Jokowi. Ini bukan gerakan emosional, tapi bentuk kepedulian terhadap integritas institusi pendidikan,” ujarnya. Senin (7/7/2025)
Heru juga menegaskan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Ketua PPK Dharma dan beberapa tokoh alumni, untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil tetap pada koridor hukum dan etika.
Menurutnya, pihak relawan hanya ingin Jokowi membuka kembali ke publik ijazah aslinya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keteladanan.
“Kami tahu bahwa secara administratif, baik UGM maupun Pak Jokowi sudah menyerahkan dokumen ke Bareskrim. Tapi publik juga punya hak melihat langsung demi meredam spekulasi,” imbuh Heru.
Baca Juga: Viral Mobil Dinas Propam Polres Tapanuli Selatan Diduga Lakukan Tabrak Lari di Medan
Selain itu, dalam kegiatan ini, para alumni dan relawan juga akan menyampaikan seruan moral kepada para penegak hukum agar bertindak independen, transparan, dan menjunjung tinggi keadilan tanpa intervensi dari pihak manapun.
“Kami juga akan mendoakan agar kesehatan Pak Jokowi segera pulih. Karena hanya dengan kehadiran beliau di persidangan beserta dokumen asli, persoalan ini bisa menjadi terang,” ucapnya.
Gerakan ini, lanjut Heru, bukan bertujuan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mempertegas nilai-nilai kejujuran dan akuntabilitas yang harus dijaga, terutama oleh pemimpin yang lahir dari institusi sebesar UGM.***




