POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Nuansa kemacetan sudah terasa beberapa puluh meter dari perempatan lampu merah sadang, menuju kota Purwakarta.
Setelah dengan usaha yang cukup sulit, dengan menggunakan sepda motor salip kanan salip kiri akhirnya bisa melewati perempatan lampu merah sadang.
Sayangnya, semua kendaraan stag tidak bisa bergerak. Sedikit demi sedikit akhirnya menepi ke pinggir jalan, karena bila dilanjutkanpun percuma akibat macet total karena peserta aksi konvoi belum bergerak.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Kurban Bebas PMK
Ternyata akibat macet hingga stag beberapa puluh meter dari perempatan lampu merah sadang, merupakan titik kumpul peserta aksi demo para Ojek Online (Ojol).
Tepatnya mereka berkumpul di depan kantor Bulog beberapa puluh meter sebelum perempatan sadang bila dari kota Purwakarta.
Para Ojol, sedang mempersiapkan untuk mulai star keberangkatan secara konvoi menuju Pemda Purwakkarta.
Baca Juga: Grand Final Jaka Rara Kota Cirebon 2025, Panggung Kreativitas Anak Muda Menjaga Budaya dan Tradisi
Dampaknya, terjadi kemacetan hingga mengular karena titik kumpulnya berada di badan jalan persis depan kantor bulog.
Sambil menepi ke pinggir jalan, pojoksatu.id mengambil handphone, karena insting mengakatan akan terjadi sesuatu.
Benar saja, beberapa menit kemudian terdengar sirene mobil ambulan yang meraung – raung, berusaha memecah kemacetan jalan yang sedang stag.
Baca Juga: Pemkot Cirebon Sosialisasi Sistem Pengawasan Perizinan Berbasis Risiko untuk Dukung Investasi
Ambulan itu hanya bisa meraung-raung tidak bisa bergerak, karena terjebak macet persis di tengah-tengah perempatan lampu merah.
Sayangnya, tidak ada satupun anggota kepolisian yang terlihat di perempatan lampu merah sadang untuk mengatur lalu lintas.
Ambulan bergerak pelahan-lahan sambil meraung-raung membunyikan sirene, didalamnya ada pasien yang tengah membutuhkan pertolongan dokter ahli sesegera mungkin.
Baca Juga: Pemkot Bandung Tegas Larang Jualan Hewan Kurban di Trotoar, Pedagang Bandel Bakal Ditertibkan
Setelah berjibaku terjebak macet sekitar 10 menit, akhirnya ada warga yang membuka pembatas jalan agar kendaraan lain bisa lewat melalui jalur kanan.
Akhirnya, ambulan itupun bisa lewat setelah kendaraan-kendaraan didepannya dialihkan ke jalur kanan setelah warga membuka pembatas jalan.
Di mobil ambulan itu tertulis, Desa Benteng. Ambulan yang terjebak macet tersebut sedang membawa pasien yang sakit.
Kepala Desa Benteng, Tuti Herliani memvenarkan bahwa mobil ambulan desa miliknya tengah membawa pasien yang sakit.
“Iya Om, ada pasien sakit harus di bawa ke rumah sakit Bayu Asih,” kata Tuti, melalui sambungan seluller kepada pojoksatu.id, Selasa (20/05).
Namun dirinya tidak mengetahui warganya tersebut sakit apa, sehingga meminta waktu karena mau menelphone sopir ambulan yang membawa pasien tersebut.
Baca Juga: Jogjakarta Juara Tripel Putri Gateball 2025, Pelatihnya Ternyata Alumni PPNK 218 DIY
“Sebentar ya Om, saya telpon dulu sopir ambulannya,” tambah Tuti.
Tidak berapa lama kemudian, Kepala Desa Benteng Kecamatan Campaka, mengirimkan voice note suara dari sopir ambulan kepada pojoksatu.id.
“Nyandak Mamah Atin ka Bayu Asih, kena serangan jantung. Iye Mamah Atin kritis di Bayu Asih. (Bawa pasien atas nama Ibu Atin ke rumah sakit bayu asih, kena serangan jantung. Ini ibu Atin sedang kritis di Rumah Sakit Bayu Asih),” demikian suara voice note, yang dikirimkan Tuti.
Baca Juga: Anggota Dewan M Rizky Perkuat Pemahaman Masyarakat Soal Perda Penyelenggaraan Pendidikan
Selain itu, Tuti juga menambahkan pesan kepada pojoksatu.id sebagai penegasan ambulan yang terjebak macet tersebut membawa pasien kritis.
“Ambulan nyandak ma Haji Atin, rakana Haji Nurdin (bos gojim),” tutup Tuti, dalam pesan yang disampaikan kepada pojoksatu.***




