POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ketua Karang Taruna Desa Cikadu Kecamatan Cibatu, Saepul Bahri tapi tidak pakai Binzein meradang, nama karang taruna di catut dalam dugaan ‘Maling’ kayu Jati.
Hal itu disampaikan Saepul Bahri saat di konfirmasi pojoksatu.id via seluller, dirinya merasa ucapan kepala desa tidak berdasar.
Karena, sebagai ketua karang taruna tidak pernah memerintahkan anak buahnya apalagi warga untuk menebang pohon jati milik Perhutani.
“Saya Saepul bahri ketua kartar DS Cikadu tidak pernah memerintahkan anggota karang taruna Desa Cikadu ataupun warga desa cikadu untuk menebang atau pun mencuri pohon Jati tersebut,” tegas Saepul, menambahkan melalui pesan whatsaap setelah di hubungi via seluller.
Masih menurut Saepul, dirinya tidak memiliki wewenang untuk memerintahkan warga tersebut menebang pohon jati.
“Bahkan saya tidak punya wewenang untuk memerintah kan warga tersebut,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Habis-habis, SMK CBM Purwokerto Kian Ramai Disorot Usai Gelar Wisuda Kelulusan Bak Universitas
Selain itu, Saepul juga memastikan bahwa dirinya tidak pernah menandatangani surat permintaan pohon jati.
“Saya tidak pernah mengajukan ataupun mengirimkan dan menandatangani surat ke Perhutani,” tutup Saepul, menfakhiri pembicaraan.
Sebelumnya diberitakan
Sungguh tidak terpuji kelakuan oknum Kepala Desa di Purwakarta ini, karena diduga menyuruh warganya untuk ‘maling’ kayu jati milik perhutani.
Baca Juga: Tak Habis-habis, SMK CBM Purwokerto Kian Ramai Disorot Usai Gelar Wisuda Kelulusan Bak Universitas
Diketahui pohon jati yang ditebang dan dimaling tersebut ada sekitar 7 batang, belum diketahui secara pasti untuk kepentingan apa.
Kalaupun untuk kepentingan bangunan umum, seharusnya ada permohonan surat meminta kepada Perhutani bila benar-benar untuk kepentingan umum.
Wakil Kepala ADM Perhutani Purwakarta, Mulyana saat di konfirmasi membenarkan ada kejadian pencurian kayu jati di wilayah Asper Sadang.
“Iya ada kejadian itu, masih ditangani pihak kepolisian,” kata Mulyana, kepada pojoksatu.id, Selasa (13/05).
Ketika ditanyakan berapa banyak kayu yang di curi, Mulyana mengatakan belum mengetahui secara pasti berapa batang kayu yang di curi dari lahan perhutani tersebut.
“Masih di cek sama para mantri kehutanan dan Asper,” jelas Mulyana.
Baca Juga: World Capital Tower Tunjuk Ecocare Cleaning untuk Tingkatkan Standar Kebersihan Gedung
Terpisah, Asisten Perhutani (Asper) Wilayah Sadang, saat di hubungi pojoksatu.id via seluller dirinya saat ini tengah di lapangan dilokasi tempat pohon jati yang di curi.
“Siap Kang, saya lagi di lapangan ngecek pohon yang ditebang,” kata Ramdan, via seluller kepada pojoksatu.id.
Masih menurut Asper, diperkirakan ada beberapa batang pohon jati yang ditebang oleh warga, setelah melakukan pengecekan.
“Sementara ini ada sekitar 7 batang pohon jati yang ditebang,” tambah Ramdan.
Sementara itu Kepala Desa Cikadu Kecamatan Cibatu, Sulaeman saat dikonfirmasi membantah bahwa dirinya memerintahkan warga untuk mencuri pohon jati milik Perhutani.
“Itumah kegiatan karang taruna,” kata Sulaeman, saat dihubungi via seluller, Selasa (13/05).
Sulaeman menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan warga untuk menebang pohon jati.
“Itumah karang taruna,” jelasnya.
Benarkah karang taruna berani melakukan hal tersebut, karena informasinya kegiatan itu untuk memvuat saung Bumdes.***




