POJOKSATU.id - Viral di media sosial seorang pengemudi taksi di Bandara Sultan Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan diduga melakukan mark up tarif perjalanan.
Kasus ini mendapat sorotan dari anggota DPR RI di tengah musim mudik lebaran Idul Fitri.
Dalam rekaman video amatir yang viral di media sosial menunjukkan seorang sopir taksi Bandara Sultan Hasanuddin Makassar berjalan menuju kendaraannya setelah diduga menipu penumpang yang diantarnya ke kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Dalam video terlihat seorang pria berbaju biru menuju mobil dengan tulisan Sultan Hasanuddin International Airport di kaca depannya.
Sementara itu suara penumpang terdengar mencaci maki sopir tersebut lantaran tarif yang dikenakan berbeda dari kesepakatan awal.
Awalnya penumpang diberitahu tarifnya Rp175.000, namun saat tiba di tujuan justru diminta membayar Rp200.000.
Baca Juga: Kabarkan Alami Keguguran Calon Bayinya, Hanggini : Terima kasih Pernah Hadir Berminggu di Perut Mama
Kejadian ini mendapat perhatian dari anggota Komisi VI DPR RI dari partai PKS, Ismail Bakhtiar yang langsung melakukan sidak di area terminal keberangkatan.
Ia meminta agar taksi-taksi nakal dicabut izinnya untuk beroperasi di bandara.
Sementara itu, pihak angkasapura menegaskan akan menindak lanjuti kasus ini General Manajer Bandara Sultan Hasanudin, Minggus Gandeguai, menyatakan bahwa setiap taksi bandara telah memiliki tarif resmi berdasarkan zonasi yang telah ditentukan.
"Karena di media sosial terlihat jelas plat nomor kendaraan akan kami panggil dan kami beri sanksi yang bersangkutan untuk mengantisipasi hal ini," kata Minggus Gandeguai.
Ia pun menyesalkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa pihak taksi bandara sudah menetapkan tarif sesuai zona dan tak boleh ada kenaikan tarif sembarangan dari pihak sopir.
"Ini sebenarnya tidak boleh terjadi apa yang sudah disepakati apa yang sudah dilakukan oleh zonasi harus dipetuhi tidak ada tambahan-tambahan lain kalau ada di luar tambahan-tahan lain itu di luar kontrol kami, tapi nanti sebentar kami akan kami panggil dan kami akan melakukan pembinaan," lanjutnya.
Pihak Bandara Hasanuddin juga mengimbau agar masyarakat melapor jika mengalami kejadian serupa.***



