POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Gebrakan Kang Dedi Mulyadi (KDM) setelah terbentuknya tim transisi dibentuk oleh Pj Gubernur, membuat rakyat haru biru bersorak gegap gempita riuh di seantero pelosok Jabar.

Dari mulai awal dibongkarnya seluruh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi sampai masalah dunia pendidikan, KDM mendapatkan aplaus dari berbagai kalangan masyarakat Jabar.

Karena, baru kali ini ada sosok Gubernur yang benar-benar transparan dan terbuka dalam mengelola anggaran provinsi, walaupun ada sebagian kecil yang bakal ‘kejang-kejang’.

Baca Juga: Kronologi Wirda Masur Ditagih Utang Member Komunitas Berbayar 'Millenial Anti Bokek', Diduga Raup Rp9 Miliar dari 90 Ribu Anggota

Dalam berbagai kesempatan, KDM menyatakan bahwa anggaran yang jumlahnya mencapai puluhan triliun tersebut harus memihak kepada rakyat.

“Kita fokuskan untuk kepentingan rakyat, baik itu untuk membangun jalan, sektor pendidikan, kesehatan, pertanian dan pembangunan infrastruknya,” kata Gubernur Jabar, KDM kepada pojoksatu.id via seluller, Minggu (23/02).

Bukan hanya itu, KDM akan membenahi seluruh sektor dan lini untuk kepentingan rakyat Jawa Barat, sampai kepada kenyamanan para investor.

Baca Juga: Daftar Kepala Daerah Terpilih PROVINSI KALIMANTAN TIMUR, Yang Punya IKN Mengusung Semua Bisa Sukses, Sekolah Gratis dan KETAHANAN PANGAN

“Investor yang ingin berinvestasi akan kita jaga kenyamanannya dari segala gangguan saat berinvestasi,” tambah KDM.

Banyak rakyat di seluruh Jawa Barat bersuka cita, ketika KDM mengumumkan agar semua sekolah di Jabar segera membagikan Ijazah siswa yang ditahan pihak sekolahan.

Rakyat menyambutnya dengan gegap gempita, keresahan para orang tua siswa yang ijazah anaknya di tahan pihak sekolah langsung lega seketika.

Baca Juga: Daftar Kepala Daerah Terpilih PROVINSI KALIMANTAN SELATAN, Lengkap Hingga Kabupaten dan Kota, Janji Kampanye Langsung Bangun STADION INTERNASIONAL

Tidak hanya sampai disitu, belakangan KDM juga melarang semua sekolah di Jabar melakukan study tour atau berwisata.

Hal itu dilakukan karena banyak orang tua siswa merasa cemas ketika anaknya melakukan study tour, sebagai Gubernur Jabar KDM mengambil langkah cepat larang study tour.

Akhirnya banyak para orang tua siswa bersyukur atas larangan study tour, mereka (para orang tua siswa) di seluruh jabar tidak lagi cemas, dengan adanya larangan itu menjadi tenang.

Baca Juga: Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit, Dohoon TWS Dipastikan Absen dalam Fansign di Tiongkok

Bila masih ada yang tidak mengindahkan larangan, KDM akan bertindak secara tegas kepada pihak sekolah memberikan sanksi.

Terbaru, Kepala Sekolah SMAN 6 Depok di copot dari jabatannya karena tidak mengindahkan surat edaran larangan study tour.***