POJOKSATU.id, BANDUNG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar terus memperbaiki jalan dan jembatan yang rusak, akibat bencana di Kabupaten Sukabumi dan Cianjur.

Kepala Dinas BMPR Jabar, Bambang Tirtoyuliono, menyampaikan bahwa Jalan Cikembar-Jampang Tengah-Kiaradua kini dapat dilewati kendaraan di tiga titik secara bergantian, yakni Km 146+400, Km 139+050, dan Km 148+400.

Jalan Waluran-Malereng-Palangpang-Puncak Darma-Cisaar juga sudah dapat diakses, begitu pula jalur Kiaradua-Waluran dan Surede-Tegalbuleud-Sidangbarang.

Baca Juga: Korban Kekerasan Seksual Petinggi Unisma, Lapor Polisi

"Namun, beberapa jalur seperti Sukabumi (Baros)-Sagaranten masih dalam perbaikan karena beton retak dan amblas. Jalan Cisaat-Sp. Loji terputus akibat badan jalan amblas, sementara Sp. Loji-Puncak Darma terputus karena Jembatan Cihaur ambruk," ujar Bambang, Selasa, 10 Desember 2024.

Selain itu, Jalan Tegalbuleud-Sagaranten terputus akibat Jembatan Cilengka amblas, dan Waluran-Jampang Kulon masih terputus karena longsor. Ruas Bagbagan-Kiaradua sudah dapat dilalui meski masih ada potensi longsoran.

Data BPBD Jabar mencatat 39 kecamatan dan 158 desa terdampak bencana dengan total 147 titik longsor, 79 banjir, 25 angin kencang, dan 84 pergerakan tanah.

Baca Juga: Kronologi Kasus Agus Rahmat, Eks Satpam yang Bakar Kantor Pajak di Lampung Ternyata Gegara Tak Terima Dipecat

Sebanyak 10 orang meninggal dunia, dua lainnya masih dalam pencarian, sementara 892 keluarga (2.921 jiwa) mengungsi.

Kerusakan mencakup 628 rumah rusak berat, 360 rusak sedang, 603 rusak ringan, dan 1.080 unit terendam. "Upaya perbaikan terus kami percepat agar akses jalan dan infrastruktur kembali normal," kata Bambang. ***