POJOKSATU.id -- Dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas produksi Bank Sampah Unit (BSU) Siliwangi, tim dosen Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) menyerahkan sejumlah peralatan penting.

Tim dosen Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) terdiri dari Dr. Yulia Nurendah, SE. MM., CDM, Dr. Sutarti, SE., MM., SAS., Dr. Adil Fadillah, SE., MM.,  Dr. Mumuh Mulyana, SE., MM., M.Si., Dr. Aang Munawar, SE., MM., Yayuk Nurjanah, SE., M.Ak., CIIQA.

Penyerahan ini merupakan bagian dari Program Inovasi Kreatif Mitra Vokasi yang bertujuan untuk membina dan memanfaatkan teknologi tepat guna guna menstimulus produktivitas produk Maggot.

Program ini dirancang untuk membantu BSU Siliwangi, Bogor, dalam mengoptimalkan proses produksi Maggot, yang semakin berkembang sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi, terutama dalam memenuhi potensi pasar.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Siap Sambut Libur Nataru 2024/2025: Tingkatkan Keselamatan dan Layanan Prima

Beberapa peralatan yang diserahkan akan sangat membantu dalam mempercepat proses produksi dan memastikan Maggot yang dihasilkan memiliki kualitas yang konsisten dan sesuai standar pasar, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Dengan adanya teknologi ini, BSU Siliwangi diharapkan mampu meningkatkan volume produksi dan efisiensi dalam pengelolaan Maggot.

Penyerahan peralatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mendukung penerapan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.

Anggota BSU Siliwangi dilatih untuk menggunakan dan memelihara peralatan ini secara efektif agar dapat memaksimalkan manfaat dari sumber daya yang ada. Program ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan produksi Maggot sambil tetap menjaga prinsip ekonomi sirkular, dimana limbah organik diolah menjadi sumber nutrisi untuk Maggot yang kemudian memiliki nilai jual tinggi.

Baca Juga: Polda Jateng Gelar Pra-Rekonstruksi Penembakan Gamma Rizkynata Saat Tengah Malam, Sayangnya Pelaku Tak Dihadirkan

Dengan dukungan ini, BSU Siliwangi diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam memenuhi permintaan pasar yang semakin besar, terutama dari sektor ekspor. Program ini juga sejalan dengan upaya global untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan dalam pengelolaan limbah organik.

Maggot, yang dikenal sebagai pengurai alami, tidak hanya menawarkan solusi lingkungan tetapi juga menjadi produk bernilai komersial yang mampu mendukung perekonomian lokal.

Program Inovasi Kreatif Mitra Vokasi ini menunjukkan bagaimana sinergi antara teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan dampak positif.

Dengan adanya peralatan dan pelatihan yang diberikan, BSU Siliwangi kini lebih siap untuk bersaing di pasar yang lebih luas dan berkontribusi pada pengelolaan limbah yang lebih efisien serta produksi Maggot yang berkelanjutan.