POJOKSATU.ID - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Indramayu, Dr. H. Caridin, membantah isu terkait perintah pengembalian dana insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang sudah diterima melalui APBD Perubahan 2024.

Isu ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang menyebutkan bahwa insentif tersebut harus dikembalikan menyusul kekalahan petahana Bupati Indramayu, Hj. Nina Agustina, dalam Pilkada Serentak 2024.

“Setelah kami melakukan pengecekan, informasi yang meresahkan tersebut tidak benar. Tidak ada perintah pengembalian dana insentif guru PAUD,” tegas Caridin Minggu (1/12).

Ia meminta para guru PAUD tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.

 "Jangan sampai isu ini memecah konsentrasi kita. Pimpinan kita telah berupaya keras memperjuangkan anggaran ini demi kesejahteraan guru," ujarnya.

Dana Insentif untuk Guru Non-ASN

Caridin menjelaskan, insentif tersebut ditujukan bagi guru PAUD non-ASN yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan belum menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Bahkan, untuk tahun 2025, insentif ini direncanakan naik dari Rp100 ribu per bulan menjadi Rp150 ribu per bulan.

“Ini adalah bentuk perhatian nyata dari Bupati Hj. Nina Agustina terhadap profesi guru, khususnya guru PAUD,” tambahnya.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Tersembunyi di Indonesia yang Wajib Anda Dikunjungi

Berdasarkan data, sebanyak 2.732 guru PAUD telah menerima insentif melalui transfer Bank Jabar Banten (BJB), dengan total anggaran sebesar Rp3,27 miliar. Masing-masing guru menerima Rp1,2 juta untuk periode satu tahun.

Namun, terdapat 316 guru yang belum dapat mencairkan dana karena rekening mereka tidak aktif. “Kami minta segera mengaktifkan rekening agar insentif ini bisa diterima,” imbau Caridin.

Video Hoaks di Media Sosial

Sebelumnya, sebuah video di media sosial menyebutkan bahwa dana insentif yang sudah diterima harus dikembalikan.

Video tersebut bahkan mencantumkan besaran nilai dana yang harus dikembalikan, yang memicu keresahan di kalangan guru PAUD.

Caridin memastikan bahwa informasi tersebut tidak berdasar dan hanya upaya untuk menciptakan ketidakstabilan.

“Kita perlu bijak menyikapi informasi seperti ini. Jangan mudah percaya tanpa konfirmasi dari pihak berwenang,” tutupnya.