POJOKSATU.ID - Video berdurasi lima detik viral di apilaksi pesan Whatsapp, yang memperlihatkan sejumlah ibu-ibu mendapatkan uang Rp100.000 sambil memegang baju kaos Paslon Cabup dan Wabup Alfedri-Husni Kabupaten Siak Provinsi Riau.
Terkait hal tersebut Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid mendesak Bawaslu dan Polri memeriksa video viral dikalangan masyarakat.
Habib Syakur menegaskan kampanye calon incumben Bupati Siak yaitu Paslon 03 Alfedri-Husni jika benar terbukti membagikan uang pecahan Rp100 ribu dan membagikan beras pada saat kampanye sudah mencoreng proses demokrasi di Kabupaten Siak dan menjadi pembiaran politik uang.
“Kami mendesak Menteri Dalam Negeri melakukan evaluasi pada calon incumben, Bawaslu Provinsi Riau dan Kabupaten Siak untuk menegakkan aturan perundang-undangan yang berlaku," ucapnya Rabu (20/11)
"Dan agar ada efek jera bagi pelaku calon kepala daerah yang menghalalkan segala cara seperti money politik, intimadasi dan penyalahgunaan wewenang dengan menggunakan fasilitas negara,” sambung Habib Syakur.
Ulama asal Malang Raya tersebut mengklaim setelah turun langsung di Kabupaten Siak mendapatkan informasi bahwa ada upaya intimidasi pada masyarakat. Jika tidak memilih salah satu kandidat calon bupati tertentu. Maka penerima program PKH akan dicoret.
Baca Juga: Pramono Anung dan Anies Baswedan Bahas Saham Bir PT Delta Djakarta Tbk, Keputusannya di DPRD
“Saya melihat kegelisahan di masyarakat, kabupaten Siak, seharusnya pesta demokrasi di seluruh Indonesia tidak dikotori oleh politik uang dan memanfaatkan fasilitas negara,” tegasnya.
Caption : Scrensoot Video viral Ibu-ibu memperlihatkan uang pecahan 100 ribu pada kampenye calon bupati Siak Provinsi Riau




