POJOKSATU.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon menerima alokasi 4.947 kiloliter (KL) bahan bakar minyak (BBM) subsidi dari BPH Migas untuk mendukung operasional transportasi kereta api.
Alokasi BBM ini diharapkan dapat mendorong efisiensi dan kelancaran layanan transportasi massal, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menegaskan bahwa kereta api merupakan moda transportasi yang efisien dan andal.
"Kereta api dapat mengangkut puluhan ton barang dan melayani ribuan penumpang dalam satu perjalanan, dengan cepat, aman, dan bebas dari kemacetan. Selain hemat energi, kereta api juga membantu mengurangi beban jalan raya serta memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dan jadwal yang tepat waktu," ujar Rokhmad.
Baca Juga: KAI Tawarkan Diskon 10% Tiket Kereta untuk Libur Pilkada 2024, Berlaku Khusus di Access by KAI
Rokhmad juga menekankan bahwa penggunaan kereta api untuk angkutan barang lebih ramah lingkungan dibandingkan moda transportasi darat lainnya. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak, termasuk penyediaan BBM subsidi, sangat penting.
Pemakaian BBM subsidi untuk kereta api, menurut Rokhmad, telah diatur dalam Surat Keputusan Kepala BPH Migas RI Nomor 53/P3JBT/BPH MIGAS/KOM/2024. Alokasi 4.947 KL BBM solar (Gas Oil) untuk periode Januari–September 2024 ini, lanjutnya, telah terealisasi sebesar 3.560 KL atau 71,96 persen dari kuota yang disediakan.
“KAI terus menjalin kerja sama dengan pihak terkait, termasuk BPH Migas, untuk memastikan distribusi BBM subsidi sesuai aturan dan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Kami berkomitmen mewujudkan transportasi perkeretaapian yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Rokhmad.




