POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Diduga ada ketidak beresan di PLN Purwakarta, Menteri BUMN Erick Thohir agar melihat kinerja anak buahnya yang ada di daerah bila perlu di evaluasi.
Bagi warga masyarakat pelanggan PLN yang masih menggunakan meteran (pasca bayar), coba di cek dirumahnya masing-masing jangan-jangan daya listrikna menjadi naik.
Karena dalam beberapa hari ini, ada beberapa warga masyarakat yang kebingungan dan kaget karena tiba-tiba daya listriknya berubah.
Salah satu pelanggan PLN yang tiba-tiba mengalami kenaikan daya yaitu rumahnya Ricky Samsul Fauzi, sehingga membuat dirinya terheran-heran.
Yang parahnya lagi, PLN berani menaikan daya listrik secara sepihak rumah Rizky, yang merupakan anggota DPRD yang menjabat sebagai ketua Komisi IV.
Bila rumah anggota DPRD saja pihak PLN berani menaikan daya sepihak tanpa persetujuan yang bersangkutan, apalagi kepada rakyat biasa jelata bisa bahaya.
Sehingga, bagi masyarakat pelanggan PLN yang masih menggunakan meteran pasca bayar (non token), segera di cek jangan sampai tiba-tiba naik daya tanpa persetujuan pemiliknya.
Dugaan tindakan sepihak yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Purwakarta, terkait kenaikan daya listrik terhadap konsumennya patut dicurugai ada masalah di PLN Purwakarta.
Beberapa warga setempat melaporkan bahwa mereka menerima tagihan listrik yang meningkat secara signifikan tanpa adanya penjelasan yang memadai dari pihak PLN.
Situasi ini telah memicu kemarahan dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat, yang merasa dirugikan oleh kebijakan yang dianggap sepihak dan tidak transparan.
Beberapa warga yang mengalami kenaikan daya listrik dan tarifnya tersebut tersebar dibeberapa wilayah diantaranya di Kelurahan Tegalmunjul, Munjuljaya dan Kelurahan Nagri Kaler Panorama.
Salah satu warga yang mengalami kenaikan daya listrik berikut tarifnya tersebut yakni Ricky Samsul Fauzy yang merupakan ketua Komisi IV DPRD Purwakarta.
Saat dikonfirmasi media soal kenaikan tarif dan daya listriknya itu, Ricky mengatakan bahwa pihaknya tidak merasa mengajukan permohonan kenaikan daya listrik terhadap PLN.
Namun nyatanya, saat melakukan pembayaran daya listrik miliknya mengalami kenaikan yang signifikan.
"Bukan hanya rumah saya, ada juga beberapa laporan yang masuk soal kenaikan daya ini, di Panorama dan Munjuljaya," jaya ucap Ricky. Selasa (05/11).
Riki merinci, kenaikan daya tersebut bervariasi mulai dari 900 ke 2200 Watt di Tegalmunjul, 1300 ke 2200 Watt di Munjuljaya dan 2200 ke 3500 Watt di wilayah Panorama.
"Kenaikan sepihak ini saya rasa terkesan pemaksaan, padahal saya tidak pernah sama sekali melakukan permohonan kenaikan daya tersebut," ujarnya.
Ricky juga menyampaikan bahwa setelah mengkonfirmasi salah satu petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), bahwa kemungkinan besar masih banyak warga yang menjadi korban kenaikan daya sepihak.
Baca Juga: Kepemimpinan Generasi Berikutnya: Apa yang Dibawa Gen Z ke Tempat Kerja Modern
"Informasi yang saya dapat dari petugas itu, masih banyak warga yang mengalami kenaikan daya. Namun, hanya PLN yang memiliki datanya," ujar Ricky menirukan ucapan petugas P2TL tersebut.
Lebih lanjut kata Ricky, pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum terkait kejadian ini.
"Kita akan layangkan surat somasi terhadap PLN melalui kuasa hukum saya, insyaallah secepatnya karena apa yang dilakukan PLN ini sangat merugikan saya dan warga masyarakat lainnya," tegasnya.
Terpisah, Manager ULP PLN Purwakarta Rais Jusika saat dikonfirmasi tidak memberikan keterangan apapun. Pesan yang dikirim pojoksatu.id, hanya di baca tidak di balas.
Padahal sebelumnya pesan pojoksatu.id mau konfirmasi sempat di balas, Cuma manager tersebut malah balik bertanya.
“Mangga pak, tapi punten dapat no hp saya dari siapa Pak?” jawab Rais.
Pejabat PLN yang aneh, bila sudah bosan jadi pejabat mending pensiun daripada harus nanya balik dapat nomor hp dari siapa.
Karena akses jaringan jurnalis tentunya lebih luas, sehingga hal yang mudah untuk mendapatkan nomor hp pejabat apalagi pejabat BUMN.***




