POJOKSATU.id - Media sosial diramaikan dengan viralnya video petugas pelabuhan dengan tulisan provos pada lengan kirinya yang arogan sampai menendang barang dagangan seorang pengasong.

Ironisnya, pedagang asongan tersebut sudah berusia uzur.

Peristiwa itu terjadi di sebuah pelabuhan yang tengah ramai.

Usut punya usut, peristiwa itu terjadi di Pelabuhan Nusantara Kendari.

Baca Juga: Spektakuler! Live IShowSpeed di Indonesia Puncaki 1 Juta Penonton

Video tersebut kali pertama diunggah pemilik akun Facebook Rendy Lisangan.

Dalam video tersebut, mulanya petugas pelabuhan tersebut terlihat adu mulut dengan seorang pedagang yang sudah cukup tua yang tengah menjajakan barang dagangannya.

Dalam adu mulut tersebut, petugas pelabuhan yang berbadan kekar itu meminta pedagang asongan tersebut pergi dan tidak berjualan di area tersebut.

Akan tetapi permintaan itu juga disertai dengan lontaran kata-kata kasar dan kotor.

Baca Juga: Terbaru, BPBD Jabar Sebut Kerugian Ditaksir Capai Rp385 Miliar

Sang petugas pelabuhan kemudian terlihat meninggalkan pedagang asongan itu.

Namun hanya jarak beberapa langkah, dia langsung berbalik dan kembali mendatangi pedagang asongan yang sudah tua tersebut.

Lalu dengan arogannya, petugas pelabuhan itu menendang barang dagangan milik pedagang asongan itu hingga membuat barang dagangannya yang berupa makanan dan minuman itu pun berhamburan.

Tidak hanya itu, petugas pelabuhan itu juga sambil menunjuk-nunjuk dan membentak pedagang tua tersebut.

Setelah video tersebut viral, akhirnya diketahui identitas petugas pelabuhan di Kota Kendari yang viral di media sosial tersebut.

Petugas pelabuhan itu diketahui bernama Agus Heumasse.

Dia adalah provos Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sementara pedagang tua yang jadi korban aroganisnya diketahui bernama Wa Cili.

Baca Juga: Harta Kekayaan IShowSpeed, Cerita Sukses Seorang YouTuber Gaming

Peristiwa yang direkam dalam video berdurasi 32 detik tersebut diambil tepat di samping tangga kapal Sabuk Nusantara 57 yang sedang bersandar di Pelabuhan Nusantara, Kota Kendari.

Identitas petugas pelabuhan itu terungkap setelah video tersebut kembali diunggah banyak pemilik akun pada paltform lain.

 

Penjelasan Kepala Seksi KBPP KSOP Kendari

Setelah video tersebut viral, Kepala Seksi KBPP KSOP Kendari, Kapten Agung Kurniawan membenarkan bahwa petugas pelabuhan arogan tendang dagangan pedagang asongan itu adalah salah satu anak buahnya.

Agung menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 17 September 2024 sore sekitar pukul 16.30 WITA.

Baca Juga: 10 Drama Korea dengan Sad Ending yang Menguras Emosi

Saat itu, Agus Heumasse tengah bertugas dalam pengamanan pemberangkatan kapal di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari.

Disebutkan pula bahwa tindakan Agus Heumasse itu mulanya mengingatkan pedagang agar tidak berjualan di area tersebut karena memang bukan diperuntukkan untuk berjualan.

Namun karena terlibat cekcok, anak buahnya tersulut emosi dan melakukan tindakan sebagaimana terekam dalam video yang viral.

Setelah mengetahui video tersebut viral, pihaknya langsung memanggil Agus Heumasse untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Ditegaskan Kapten Agung, Agus Heumasse memang tengah menjalankan tugas. Akan tetapi tindakan yang dilakukannya dengan menunjukkan arogansi, adalah tindakan yang jelas-jelas salah.

Atas perbuatannya itu, Agus Heumasse langsung dicopot dari jabatannya.

Selain itu, oknum provos KROP Pelabuhan Nusantara Kota Kendari itu juga dipastikan akan mendapat sanksi mutasi atau bahkan penurunan pangkat.

Baca Juga: Tips Mengelola Makanan Sehat, Panduan untuk Gaya Hidup Sehat

Dalam kesempatan itu, Kapten Agung Kurniawan juga menyampaikan permintaan maaf kepada Wa Cili dan juga kepada masyarakat luas atas arogansi salah satu anak buahnya itu.

 

Berdamai

Usai dicopot dari jabatannya, Agus Heumasse dipertemukan dengan Wa Cili. Keduanya dipertemukan untuk dilakukan mediasi.

Dalam mediasi tersebut, Agus Heumasse mengakui kesalahannya telah bersikap arogan kepada pedagang asongan yang sudah berusia tua itu.

Agus menjelaskan, dirinya sebelumnya sudah berkali-kali mengingatkan Wa Cili agar tidak berjualan di area tersebut.

Akan tetapi peringatannya itu tidak digubris oleh Wa Cili yang memilih tetap menggelar barang dagangannya di lokasi itu.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Estetik di Bogor, Surga Kuliner yang Instagramable

Apalagi, memang sudah ada aturan dimana pedagang asongan dilarang berjualan di area dermaga, apalagi di dekat kapal.

Dalam pertemuan itu, Agus Heumasse kemudian menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Wa Cili.

Keduanya juga sepakat berdamai dan tidak melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Agus juga mengaku bahwa peristiwa ini akan jadi pelajaran sangat berharga bagi dirinya.

Jadi, bagaimana menurut Anda? Siapa yang salah dalam peristiwa ini?***