POJOKSATU.id -- Peningkatan jumlah perumahan dan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi di daerah Desa Ciherang, kecamatan Dramaga, kabupaten Bogor menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH).
Salah satunya di Perumahan Graha Aradea yang merupakan salah satu perumahan terdampak banjir karena kurangnya resapan air hujan, terutama di daerah RT. 04.
Hal ini dikarenakan lingkungan perumahan merupakan bekas area penambangan pasir menyebabkan penyerapan air atau drainase kurang berfungsi baik, sehingga sering terjadi banjir yang memasuki pemukiman warga.
Permasalahan lain yang dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran gizi dari masyarakat dan kondisi lingkungan perumahan yang gersang.
Kondisi tersebut yang mendorong Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) Bogor untuk mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan ini dilakukan oleh tiga orang dosen tetap IBIK yaitu Ibu Danti Astrini, S.E., M.Si sebagai ketua tim pengusul dan Ibu Diah Kusumayanti, S.P., M.M. dan Ibu Soei Khim, S.E., M.M. sebagai anggota tim serta dua orang mahasiswa dari program studi S1 Manajemen yaitu Elvina Herlin Natasya dan Zahsy Arlin Nurmaulida.
Narasumber lain yang terlibat antara alin Bapak Bapak Didu Wahyudi, S.E., M.Si. sebagai pemateri penyuluhan gizi dan penyuluhan vertikultur, Bapak Ajen Mukarom, S.E., M.Si. sebagai pemateri penyuluhan Biopori.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan mulai dari tanggal 29 Juni 2024 sampai tanggal 6 Juli 2024 dimana tim PKM IBIK menjalin program kemitraan dengan masyarakat setempat melalui penerapan teknologi biopori, penyuluhan gizi, dan vertikultur.
Program pembuatan biopori bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangganya, sebagai sarana mencegah terjadinya banjir, serta memanfaatkan hasil kompos dari kegiatan biopori tersebut sebagai media tanam untuk kegiatan vertikultur atau bercocok tanam di skala rumah tangga.
Kegiatan ini juga diikuti dengan kegiatan penyuluhan gizi dan kegiatan penyuluhan vertikultur serta praktik pembuatan vertikultur.
Penyuluhan gizi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemilihan menu makanan untuk keluarga termasuk bagaimana menanam pohon kelor di dalam pot guna memenuhi gizi keluarganya.
Pembuatan vertikultur ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan lahan sempit untuk dimanfaatkan sarana menanam guna menyediakan pangan rumah tangga.
Selain itu diharapkan dapat menciptakan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan lubang biopori untuk membuat kompos dari limbah dapur sendiri, dimana hal ini dapat mengurangi timbunan sampah di TPA.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Iman Budiman selaku Ketua RW 12 Desa Ciherang, Bapak Didu Wahyudi, S.E., M.Si. dari BP2TP Kementrian Pertanian selaku Narasumber pada kegiatan penyuluhan gizi dan vertikultur, Bapak Ajen mukarom, S.E., M.Si. selaku narasumber penyuluhan biopori, Bapak Ketua RT. 04 RW.12 Bapak Hari Sentosa dan Bapak Aang Ahyarudin selaku Ketua RT. 07 RW.12.
Dalam sambutannya, Ketua RW. 12 yakni Bapak Iman Budiman mengucapkan terima kasih kepada Tim PKM dari IBI Kesatuan Bogor dan telah memberikan kontribusi terhadap warga Graha Arradea.
Hal senada juga disampaikan oleh Diketahui, pelaksanaan program pengabdian ini bertujuan untuk membina dosen dan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kemandirian dalam melaksanakan pengabdian pada Masyarakat.
Kegiatan ini diawali dengan tahap persiapan dimana dilakukan sosialisasi tentang bagaimana pentingnya peranan pembuatan lubang resapan biopori, pengetahuan gizi masyarakat, dan pembuatan alternatif lahan bercocok tanam dan hal lainnya untuk mengatasi keluhan.
Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan dimana dilakukan penyampaian materi dan pelatihan yang dengan pendampingan dan implementasi serta pendampingan dan simulasi bercocok tanam menggunakan sistem vertikultur.
Pada tahap ini mitra terlibat dalam pelaksanaan kegiatan sebagai peserta pelatihan.
Fokus utama dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan informasi masyarakat terhadap bagaimana pembuatan dan pemanfaatan biopori, serta pengetahuan gizi dan vertikultur serta pembuatan vertikultur.
Tahap berikutnya adalah tahapan evaluasi atau monitoring serta penyusunan laporan kegiatan Pengabdian Masyarakat.
Pada tahap ini mitra terlibat aktif dalam memberikan penjelasan terhadap manfaat yang dirasakan serta menyampaikan laporan perkembangan aktifitas dari implementasi sistem yang telah dijalankan.



