POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Warga sekampung sampai menitikan air mata saat melayat ke rumah duka, karena melihat mayat yang terbujur kaku disimpan di depan beranda rumah.
Kejadian itu terjadi di Kabupaten Purwakarta, hasil penelusuran ternyata menantu dari almarhum tidak berkenan jenazah diletalan didalam rumah.
Jenazah itu disimpan di beranda depan rumah hanya ditutupi beberapa helai kain, sontak para pelayat yang datang tak kuasa menitikan air mata saat melihatnya.
Sang empu pemilik rumah, dengan tega menyimpan Jenzah di depan beranda rumah, tidak sebagaimana umumnya diletakan di dalam rumah.
Bahkan pintu rumahnya sampai dikunci, karena enggan meletekan jenazah di dalam rumah. Hal itu membuat miris para pelayat yang datang ke rumah duka.
“Akhirnya berdasarkan kesepakatan warga dan para pelayat yang datang, jenazah kemudian di bawa dan diletakan di masjid jami,” kata salah seorang warga setempat kepada pojoksatu.id, Jum’at (13/09).
Baca Juga: Dukung Kemajuan UMK, Ditjen AHU Berikan Progam Piloting dan Inkubasi Perseroan Perorangan
Menurut warga sekitar, istri almarhum sudah meninggal lebih dulu beberapa tahun lalu, kemudian juga anak almarhum meninggal.
Almarhum saat ini tinggal bersama menantu perempuannya, saat meninggal dua hari lalu menantunya tetsebut tidak mengijinkan jenazah almarhum diletakan didalam rumah.
Menantu perempuannya tersebut meletakan jenazah almarhum di depan beranda rumah, sehingga membuat para pelayat merasa miris dan menitikan air mata.
Baca Juga: Shopee 9.9 Dongkrak Penjualan Brand Lokal hingga 5 Kali Lipat dengan Fitur Live Streaming
Mereka para warga sekampung banyak yang menyayangkan prilaku menantunya tersebut, karena meletekan jenazah di depan betanda rumahnya.
“Akhirnya warga berinisiatif untuk melakukan tahlilan untuk almarhum, tapi tahlilannya bukan dirumah melainkan di masjid,” timpal warga lainnya.
Untuk nama, alamat lengkap almarhum ada pada redaksi, karena permintaan beberapa warga agar tidak menyebutkan nama dan alamat lengkap almarhum.***




