POJOKSATU.ID - Bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya barangkali sudah tidak asing dengan Apotek Pasuketan. Ya, apotek yang berlokasi di Jalan Pasuketan nomor 88 itu merupakan salah satu apotek legendaris di Kota Cirebon, Jawa Barat. 

Disarikan dari berbagai sumber, Apotek Pasuketan mulai didirikan sejak tahun 1960 oleh Suwito Setiabudi sebagai pemilik. Sepeninggal Suwito, Apotek Pasuketan yang berada di Jalan Pasuketan itu kemudian dikelola oleh keturunannya, yaitu Benjamin Setiabudi bersama dengan istrinya Juanita Sulistyowati. 

Namun kini, Apotek Pasuketan yang melegenda itu seolah menampilkan wajah muram. Penurunan pendapatan membuat ketenaran apotek yang kini berusia 64 tahun tersebut seakan meredup. 

Kondisi Apotek Pasuketan yang mengalami penurunan pendapatan itu dikemukakan oleh salah seorang pemilik saham dari apotek tersebut, yakni Indrawati Setiabudi melalui kuasa hukumnya, Reno. 

Baca Juga: Polisi Periksa 7 Orang Saksi Klinik Kecantikan WSJ, 1 Orang Diketahui dari Pihak RS di Margonda

Diketahui, Indrawati Setiabudi sendiri merupakan salah satu keturunan dari pendiri Apotek Pasuketan, yaitu Suwito Setiabudi. Di apotek tersebut, Indrawati memiliki bagian sebesar 25 persen. 

"Bahwa atas pengelolaan Apotek Pasuketan di Jalan Pasuketan No 88 Kota Cirebon saat ini sangat memperihatinkan, terjadi penurunan pendapatan yang sangat drastis," kata Reno di Kota Cirebon, Senin (29/7/2024). 

Hal ini pun turut berimbas terhadap pendapatan Indrawati Setiabudi yang memiliki bagian sebesar 25 persen atas Apotek Pasuketan yang berlokasi di Jalan Pasuketan, Kota Cirebon. 

"Bahwa untuk Tahun Pembukuan 2022 dan 2023 klien kami yang mana sesuai dengan Putusan Perkara Nomor :16/Pdt.G/2022/PN.Cbn, klien kami mendapatkan bagian 25% persen atas bagi hasil Badan usaha Apotek Pasuketan di Jalan Pasuketan No.88 kota Cirebon. Setiap tahunnya selalu menurun pendapatan dari bagi hasil tersebut," kata Reno. 

Pada tahun 2021 misalnya, dari usaha apotek tersebut Indrawati memperoleh bagian sekitar Rp259.000.000. Kemudian di tahun 2022, Indrawati mendapatkan bagian sebesar Rp 79.418.829. 

Baca Juga: Setyo Sukarno Bertemu Perwakilan Pengurus JPP Promedia, Pastikan Maju Calon Bupati Wonogiri

Selanjutnya di 2023, Indrawati mendapat bagian yang jumlahnya justru semakin jauh menurun, yaitu sebesar Rp43.528.72. "Pendapatan bagi hasil sangat drastis di setiap tahunnya," kata Reno.

Padahal, kata Reno, pendapatan yang diperoleh Indrawati dari apotek tersebut seluruhnya digunakan untuk kegiatan sosial. Seperti pembagian kaca mata gratis di panti werdha, les bahas Inggris untuk anak-anak dan beberapa kegiatan lainnya. 

"Klien kami menggunakan seluruh uang hasil pembagian tersebut untuk kegiatan sosial dan kegiatan tersebut diatas namakan Apotek Pasuketan bukan atas nama pribadi klien kami," kata Reno. 

Di sisi lain, Reno juga mengungkap jika jumlah aset Apotek Pasuketan di Jalan Pasuketan, Kota Cirebon mengalami penurunan. Pada tahun 2022, kata dia, jumlah aset Apotek Pasuketan sebesar Rp1.591.368.555. Namun pada tahun 2023, jumlah aset apotek tersebut menurun menjadi Rp1.194.287.149.

"Atas penurunan aset tersebut tidak ada penjelasan dari Benjamin Setiabudi selaku pengelola," ucap Reno. 

Sementara itu, Reno juga membeberkan bahwa Apotek Pasuketan yang ada di Jalan Pasuketan mengalami penurunan laba. Di tahun berjalan di tahun 2022, kata Reno, laba dari Apotek Pasuketan tercatat sebesar Rp 317.675.316. Kemudian di tahun berjalan tahun 2023, laba dari apotek tersebut turun menjadi Rp172.211.486.

"Bahwa atas penurunan laba tahun berjalan di tahun 2022 dan 2023 pihak pengelola saudara Benjamin Setiabudi beralasan masyarakat lebih suka menggunakan BPJS," ucap Reno. 

Selain itu, kata Reno, Benjamin Setiabudi sebagai pengelola Apotek Pasuketan itu juga menyampaikan beberapa faktor lain yang menyebabkan apotek tersebut mengalami penurunan pendapatan. Salah satunya yaitu karena munculnya apotek-apotek lain yang menjadi kompetitor. 

Terkait dengan kondisi yang terjadi di Apotek Pasuketan, Jalan Pasuketan, Kota Cirebon, Indrawati Setiabudi pun meminta beberapa hal kepada Benjamin Setiabudi dan Juanita Sulistyowati selaku pengelola. 

Baca Juga: Masuk Fakultas Hukum Jalur PBUB, Putri Ariani Siap Menggali Ilmu di UGM

Indrawati meminta agar Benjamin Setiabudi dan Juanita Sulistyowati dapat transparan dalam mengelola Apotek Pasuketan sehingga laba tahun berjalan di tahun 2024 bisa meningkat sekurang-kurangnya Rp1.000.000.000.

"Klien kami meminta kepada saudara Benjamin Setiabudi dan Juanita Sulistyowati selaku pengelola Apotek Pasuketan di Jalan Pasuketan No.88 Kota Cirebon harus transparan sehingga laba tahun berjalan tahun 2024 bisa meningkat sekurang-kurangnya Rp 1 Miliar," ucap Reno. 

Di samping itu, Indrawati juga meminta agar Benjamin Setiabudi membuat badan hukum atas Apotek Pasuketan yang beralamat di Jalan Pasuketan, Kota Cirebon. 

"Bahwa saudara Benjamin Setiabudi harus membuat badan hukum atas Apotek Pasuketan di Jalan Pasuketan No 88 Kota Cirebon, di mana di dalamnya klien kami mempunyai bagian atas aset Apotek Pasuketan di Jalan Pasuketan sebesar 25 persen," kata Reno. 

Tidak hanya itu, Benjamin Setiabudi juga diminta oleh Indrawati untuk memberikan hasil audit tahun pembukuan 2022 dan 2023 secara utuh dan lengkap. 

"Memberikan hasil audit tahun Pembukuan 2022 dan 2023 kepada klien kami secara utuh dan lengkap," kata Reno.