POJOKSATU.ID - Balai besar wilayah sungai Cimanuk Cisanggarung menyesalkan tindakan pengambilan alihan aset saluran irigasi tanpa izin oleh perusahaan swasta yang mengakibatkan perubahan kondisi dan gangguan fungsi irigasi sekunder sehingga mengakibatkan banjir.
Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas dan Advokasi Hukum BBWS Cimancis, Firman Rabu (18_7).
Firman menjelaskan BBWS Cimancis tidak alergi dengan adanya investasi di wilayah Majalengka, selama perusahaan-perusahaan swasta patuh pada aturan dalam pengembangan pembangunan pabrik sesuai dengan izin yang dikeluarkan oleh instansi-instansi terkait.
Menurutnya, pengambil alihan aset BBWS Cimancis oleh PT. Kaldu Sari Nabati terjadi pada ruas antara BW 7 dan BW 8 pada Saluran Induk Waringin, Jaringan Irigasi Ciwaringin dan ruas tertentu Sungai Ranggon di Desa Ciparay Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat.
“Saluran irigasi telah mengalami perubahan kondisi dan gangguan fungsi akibat penguasaan tanpa izin oleh PT. Kaldu Sari Nabati dalam pengembangan kawasan Pabrik sehingga ruas saluran irigasi dan sungai tersebut mengalami penutupan akses untuk melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan,” ujarnya.
Firman menegaskan penyerobotan saluran irigasi tanpa izin tersebut tentunya berdampak secara langsung maupun tidak langsung pada keberlanjutan manfaat Jaringan Irigasi Ciwaringin dan Sungai Ranggon pada wilayah hilir khususnya.
“Pada saat ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dalam tahap melaksanakan pengawasan, pengamatan, penelitian atau pemeriksaan terhadap kejadian pengambilan alihan saluran irigasi tersebut sesuai dengan ketentuan aturan perundangan yang berlaku,” tutupnya.
Baca Juga: 9 Calon Pelatih Inggris Gantikan Southgate yang Mundur karena Gagal di Euro 2024, Ada Pelatih Wanita
Terpisah, menurut salah seorang pada petugas TPOP di jaringan irigasi Ciwaringin, Tarsan mengatakan penutupan pintu oleh pabrik mengakibatkan sering terjadinya banjir akibat air hujan dari pabrik mengalir ke saluran irigasi.
“Kalau hujan cukup besar saluran irigasi tersebut sering mengakibatkan banjir karena tidak ada resapan dari pabrik PT. Kaldu Sari Nabati,” singkatnya.




