POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Siapa sosok FS ASN yang tersangkut dugaan kasus pidana Gratifikasi mobil mewah?, dirinya merupakan pegawai pindahan dari Palembang.

Bulan Maret Tahun 2019, FS mulai bekerja di Purwakarta pindahan dari Palembang. Kabarnya FS sebagai pelaksana Bagian Ekonomi di sekretariat daerah.

Posisi FS sebagai pelaksana di bagian ekonomi tersebut, selalu menempel pada Anne Ratna Mustika saat menjabat Bupati Purwakarta.

Baca Juga: Keyakinan Presiden Jokowi pada Kemenangan Timnas Indonesia U-23 melawan Guinea

Seiring berjalannya waktu, FS keemudian menjadi analis badan layanan umum pada sekretriat daerah.

Masih ingat dengan pejabat-pejabat yang sempat dipindahkan Anne saat jelang akhir menjabat bupati purwakarta?, kala itu ada satu OPD dari mulai eselon III dan IV dipindahkan sebanyak 7 orang pejabat.

Dengan dalih profesionalisme, Anne memindahkan ke 7 orang tersebut keberbagai OPD bahkan ada yang dipindahkan ke Kecamatan.

Baca Juga: Timah Kolektor

Tepatnya pada Bulan Oktober 2022, ada 7 orang pejabat yang benar-benar memiliki dedikasi tinggi bekerja di OPD yang bersangkutan dengan dalih profesionalisme mereka di pindahkan Anne.

Kemudian diganti oleh pejabat-pejabat baru, salah satunya ASN yang berinisial FS tersebut masuk ke OPD ‘basah’ tersebut menggantikan pejabat lama yang dipindahkan Anne.

FS ASN yang diduga tersangkut kasus tindak pidana gratifikasi mobil mewah tersebut, saat ini memiliki jabatan sebagai Kasubid Evaluasi dan Pelaporan pada kantor Bapenda.

Baca Juga: Direktur Utama MIND ID, Disorot Karena Ditundanya Rapat RUPS dan Dugaan Tak Lapor LHKPN

Seperti diketahui, pada Hari Minggu (05/05) kejaksaan negeri Purwakarta menyita mobil mewah jenis Innova Hybrid teknologi terbaru dari Anne mantan Bupati Purwakarta, atas dugaan tindak pidana gratifikasi.

Lalu apa hubungan FS dan mobil mewah yang harganya dimulai 500 hingga diatas 600 juta tersebut?

Dari penelusuran pojoksatu.id, diketahui mobil mewah yanh disita kejaksaan atas dugaan tindak pidana gratifikasi tersebut nama pemiliknya yaitu FS.

Baca Juga: Direktur Utama MIND ID, Disorot Karena Ditundanya Rapat RUPS dan Dugaan Tak Lapor LHKPN

Pojoksatu.id berusaha menghubungi ASN FS untuk mencoba mengkalirifikasi masalah tersebut, sayangnya saat mendatangi kantornya yang FS tidak ada dikantornya.

“Tidak ada diruangannya bang, tadi kelihatannya keluar,” kata salah seorang pejabat di Bapenda, yang meminta namanya tidak disebutkan kepada pojoksatu.id, Rabu (07/05).

Kemudian pojoksatu.id bertanya melalui seluller keatasan FS, yang kebetulan juga tidak ada dikantornya melalui sambungan seluller.

“Saya lagi rapat TAPD kang di Bapelitbangda, jadi tidak ada dikantor. Sehingga tidak mengetahui FS hari ini masuk atau tidaknya,” singkat atasan FS melalui sambungan seluller, Rabu (07/05).***