POJOKSATU.id, PURWAKARTA –Sudah di prediksi salah satu kader terbaik partai Gerindra yaitu Kang Dedi Mulyadi (KDM), kemungkinan akan disusung partai Gerindra untuk maju di Pilgub Jabar.
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan kesiapan partai dalam menghadapi Pilkada serentak di 2024 ini. Salah satunya untuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar).
“Orang yang disamping saya (Dedi Mulyadi) yang dilirik untuk Pilgub Jabar,” ucap Muzani saat ditanya wartawan usai membuka Kontes Sapi APPSI yang memperebutkan piala MPR RI di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (04/05).
Baca Juga: Dibuka Minggu Kedua Mei! KemenPANRB Buka 3.445 Formasi Sekolah Kedinasan di 8 Instansi
Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang mendampingi Ahmad Muzani juga ikut sebagai peserta dengan mengirimkan lima ekor sapi dari peternakannya di Lembur Pakuan ke kontes tersebut.
Seperti diketahui pria yang akrab disapa KDM itu adalah salah satu kader terbaik Partai Gerindra. Sejumlah elemen mendukung mantan Bupati Purwakarta itu untuk bertarung di Pilgub Jabar.
Bahkan beberapa kelompok masyarakat dari berbagai elemen telah mendeklarasikan dukungan terhadap pria yang identik dengan iket putih itu.
Baca Juga: Perjalanan Cinta Antara Seorang Ibu Tunggal dan Anggota Boy Band: Sinopsis Film The Idea of You
Di Pileg kemarin bahkan Kang Dedi Mulyadi berhasil masuk jajaran caleg yang memperoleh suara tertinggi di Indonesia. Bahkan di Partai Gerindra ia menempati urutan pertama dengan raihan 375.658 suara.
Dalam sejumlah kesempatan KDM menyatakan siap untuk maju di Pilgub Jabar. Menurutnya saat ini sudah ada ‘hilal’ dari Partai Gerindra terkait hal tersebut. Namun keputusan partai baru akan disampaikan pada Bulan Mei ini.
Bila Dedi Mulyadi maju dari Partai Gerindra, kemudian Partai Golkar memaksakan RK untuk maju kembali di Pilgub Jabar maka kemungkinan mereka akan saling berhadap-hadapan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Memanggil Elkan Baggott untuk Pertandingan Play-off Olimpiade 2024 Melawan Guinea
Menurut pengamat politik dari Unpad, Firman Manan beberapa waktu lalu kepada pojoksatu.id, itu bisa terjadi bila koalisi partai tidak permanen sampai ke daerah.
Namun untuk menghindari hal tersebut agar koalisi partai permanen, para elit perlu melakukan konsensus-konsensus. Yaitu salah satunya RK OTW ke Jakarta atau menjadi menteri. Begitu juga sebaliknya untuk Dedi Mulyadi, ***




