POJOKSATU.id - Setkab melalui Pusbinter menyelenggarakan Pelatihan Teknis Penerjemahan Lisan Tingkat Lanjutan II/2024.

Pelatihan 25 Feb - 2 Mar 2024 di Hotel Le Meridien, Jakarta, dengan pembicara dari RMIT University, Eni Candra Tampubolon, praktisi penerjemah lisan Australia, dan pengajar dari LBI FIB UI, Inanti Pinintakasih Diran dan Sakdiyah Maruf.

Menurut Farid Utomo, Deputi Bidang Administrasi Setkab, pelatihan ini adalah upaya Setkab untuk meningkatkan kompetensi PFP atau penerjemah pemerintah.

Baca Juga: Bantah Mualaf saat Nikah, Violenzia Jeanette Ungkap Masuk Islam sejak Umur 19 Tahun Berkat Fauzi Baadilla

Farid dari Setkab menjelaskan upaya Setkab untuk meningkatkan kompetensi penerjemah melalui pelatihan dan program lainnya.

Pelatihan ini juga mendukung peran Indonesia sebagai tuan rumah acara internasional 10th World Water Forum di Bali 2024.

Karena itu, peningkatan kompetensi penerjemahan lisan dianggap sangat penting untuk mendampingi pimpinan kementerian/lembaga/daerah dalam acara tersebut.

Farid menyatakan bahwa Setkab terus perbaiki pembinaan penerjemah pemerintah dengan standar, Kamus Kompetensi, dan Desain Besar JFP 2023-2037.

Baca Juga: Perbandingan Fitur Xiaomi 14 dengan Samsung Galaxy S24 dan Rincian Harga yang Harus Diperhatikan

Peserta pelatihan seperti Fitrah Febi Massofia dari BNPT dan Enny Ingketria dari Kementerian ESDM menunjukkan antusiasme mereka.

Mereka menilai pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sebagai penerjemah, serta memberi dorongan untuk terus berkembang.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.

Serta pemerintah daera menunjukkan minat dan kebutuhan yang besar dalam meningkatkan kemampuan penerjemahan lisan di berbagai tingkatan pemerintahan.***