POJOKSATU.ID - Musyawarah Desa (Musdes) Lebak Mekar antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan Pemdes dan Pengurus BUMDes Mekar Mandiri berlangsung panas disebabkan tidak adanya setoran Pendapatan Asli Desa (PADes) dari BUMDes setempat.

Pihak BPD mempertanyakan penyertaan modal sebesar 600 juta dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023 yang dikelola BUMDes Mekar Mandiri tidak menghasilkan keuntungan untuk disetorkan sebagai PADes tahun 2024.

Anggota BPD Lebakmekar Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon, Asep menegaskan BPD bertanggungjawab untuk menyelamatkan aset Desa berupa uang 600 juta unit usaha rotan dan plastik yang dikelola BUMDes Mekar Mandiri.

“BPD dan Pemdes sepakat membentuk tim investigasi untuk mengaudit kemana larinya uang 600 juta yang dikelola oleh BUMDes,” Kata Asep di Lebakmekar Greged Cirebon, Selasa (27/2).

Baca Juga: Siap Guncang Pasar Teknologi, Inilah Harga Resmi Handphone Nokia N75 Max 5G yang Jaringannya Super Satset

Asep mengklaim pembentukan tim investigasi untuk mengaudit BUMDes Mekar y karena mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat yang menyampaikan unit usaha biji plastik dan rotan terkendala.

“BPD Lebakmekar akan menyampaikan hasil audit setelah investigasi turun kelapangan, apa saja kendala yang dihadapi BUMDes Mekar Mandiri sehingga tidak memberikan PADes,” ujarnya.

Asep mengatakan tujuan BPD dan Pemdes Lebakmekar membentuk tim investigasi agar BUMDes Mekar Mandiri kedepan bisa maju dan menghasilkan PADes.

“Desa Lebakmekar merupakan Desa Mandiri yang mendapatkan alokasi Dana Desa (DD) terbesar di Kabupaten Cirebon yaitu 3,1 miliar per tahun,” ujarnya.

Menanggapi tidak adanya PADes dari BUMDes Mekar Mandiri pada tahun 2024, Kuwu Lebakmekar, Mahmud menilai dibentuknya tim investigasi dari BPD dan Pemdes untuk mengaudit keuangan BUMDes merupakan gagasan yang bagus untuk menipis kecurigaan masyarakat.

“Banyak yang mempertanyakan sudah sejauh mana pengelolaan BUMDes, masyarakat mengetahui unit-unit usaha BUMDes tidak berjalan, seperti rotan, plastik serta PAM yang terkendala,” ujarnya.

Mahmud berharap dengan hasil audit dari tim investigasi yang dibentuk BPD dan Pemdes akan menjadi bahan evaluasi apakah akan dialihkan ke unit usaha lainnya.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Angin Puting Beliung

“Intinya kami mencari solusi agar BUMDes kedepan maju,” singkatnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Cirebon, Diah Irwani Indriyati mengatakannya Pemerintah Daerah (Pemda) sudah sangat sering mendorong pada BUMDes yang ada di Cirebon untuk lebih kreatif dalam menjalankan usahanya.

Politisi Golkar asal Dapil 6 tersebut mengaku sebagai legislator di DPRD Kabupaten Cirebon sangat siap mendukung BUMDes melalui bantuan keuangan (Bankeu).

“Bila perlu kita support secara bankeu agar mereka (BUMDes) lebih bergairah untuk kembangkan inovasi dan daya kreatifitas usahanya,” kata Diah saat dikonfirmasi.

Caption : Musdes BPD Lebakmekar sepakati bentuk tim Investigasi aliran Dana 600 Juta di BUMDes Mekar Mandiri