POJOKSATU.id - Jalur utama Pantura di Kecamatan Karanganyar, Demak, masih belum pulih sepenuhnya dari dampak banjir yang disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Wulan.

Kendati upaya pemulihan terus dilakukan, namun banjir masih menggenangi sepanjang 3,5 kilometer jalan tersebut, membuat kondisi jalur tersebut masih terhambat untuk dilalui.

AKP Lingga Ramadhani, Kasat Lantas Polres Demak, dalam keterangannya menyebutkan bahwa tinggi air banjir di jalan nasional tersebut bervariasi, mulai dari 40 cm hingga mencapai titik terdalam sekitar 1,5 meter di titik pusat tanggul yang jebol.

Baca Juga: Pj Gubernur Hassanudin, Kenang Dedikasi Baskami Ginting untuk Pembangunan Sumut

Dengan demikian, jalan Pantura Karanganyar masih terkendala secara keseluruhan.

Dalam upaya untuk menginformasikan masyarakat dan pengguna jalan, pihak kepolisian pun memberikan imbauan untuk menghindari jalur Pantura Demak sementara waktu.

Mereka menekankan bahwa jalur tersebut tidak dapat dilalui oleh kendaraan baik dari arah Semarang maupun dari arah Kudus.

Dalam konteks ini, untuk memberikan solusi alternatif, Kasat Lantas Polres Demak merekomendasikan rute alternatif bagi pengendara yang hendak melintasi Pantura Demak dari arah Jepara.

Baca Juga: Prabowo Jika Terpilih: Saya dan Gibran Akan Pimpin seluruh Rakyat Indonesia termasuk Pemilih 01 dan 03

Pengendara dari arah Semarang disarankan untuk melintasi Simpang 3 Trengguli di Wonosalam, Mijen, dan Welahan di Jepara sebagai jalur alternatif yang dapat digunakan.
Demikian pula, bagi pengendara dari arah Kudus, rute tersebut juga dapat diakses sebagai jalur alternatif yang aman dan dapat dilalui.

Dengan adanya rute alternatif ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dan pengguna jalan dalam menjaga kelancaran perjalanan mereka meskipun jalur utama Pantura Demak masih terdampak oleh banjir.***