POJOKSATU.ID- Darius mengaku kecewa dengan sikap PT Limpah Sejahtera yang dianggap membohongi keluarga dan korban.

Oleh karena itu sebagai bentuk protes dan kemarahan keluarga, jenazah korban dibawa ke Kantor PT Limpah Sejahtera. Jenazah hingga saat ini masih berada di dalam mobil ambulance dan terparkir di halaman kantor itu.

Informasi dari salah satu keluarga, disampaikan bahwa, sebelum ada pertanggungjawaban dari PT Limpah Sejahtera maka massa yang terdiri dari keluarga dan para pekerja sawit akan terus menunggu bersama jenazah korban.

Baca Juga: Dirut PDAM Dipilih Sebagai Ketua Ikatan ALumni SMA Negeri 2 Kota Bogor, Begini Alasannya

“PT Limpah Sejahtera tidak bertanggung jawab. Kami menuntut tanggung jawab atas kematian anak kami. Harusnya siang ini jenazah anak kami ini sudah dikebumikan, namun akibat tidak bertanggung jawabnya mereka maka kami terus bertahan di sini,” jelas sumber itu yang meminta identitasnya tidak ditulis.

Ia menambahkan, semua staf PT Limpah Sejahtera saat ini tidak ada di kantor dan hanya satpam yang berjaga.

“Mereka sudah lari sembunyi. Kami minta kejelasan dan tanggung jawab. Jika tidak massa akan bertindak brutal dan tidak bisa dikendalikan,” tegasnya.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Dorong Penggunaan Pupuk Organik dan Inisiatif Kartini Tani, Kolaborasi Benih Baik


"PT Limpah Sejahtera harus bertanggung jawab dan datang bertemu keluarga. Jangan menipu kami dan hilang begitu saja," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan massa yang terdiri dari keluarga dan para pekerja sawit masih bertahan di halaman Kantor PT Limpah Sejahtera dengan jenazah Natalia.

SuluhDesa.com juga sedang berupaya melakukan konfirmasi kepada pimpinan PT Limpah Sejahtera dan Pemerintah Kabupaten Ketapang. ***