POJOKSATU.id — Solo dikenal sebagai Kota damai dan toleransi, namun siapa sangka Indeks Kota Toleran (IKT) Solo malah terjun bebas dari posisi ke-4, menjadi ke-10.
Teguh Prakosa selaku Walikota Solo pun kaget dengan turunnya peringkat IKT. Hal tersebut menjadi pertanyaan untuknya bagaimana bisa peringkat tersebut turun secara drastis.
"Ya kemarin saya ke sana langsung untuk menerima penghargaan di Jakarta, saya juga kaget dengan predikat Solo sebagai Kota Toleran yang turun. Dari nomor 4 ke 10, kenapa ini," ungkap Teguh.
Teguh juga menjelaskan, 10 tahun terakhir Solo selalu mengadakan event-event untuk memperingati hari besar keagamaan.
Baca Juga: Ingin Akhiri Musim Ini dengan Kesan Baik, PSMS Targetkan Kemenangan Perdana di 12 Besar Lawan PSIM
"Kita 10 tahun terakhir selalu menggelar event untuk hari besar keagamaan. Mulai dari Natal, Imlek, Idul Fitri, perayaan Nyepi juga," ungkapnya.
Mashuri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Solo pun ikut angkat suara dengan beredarnya peringkat toleran menurun.
“Ya kami kaget juga, tetapi kami juga evaluasi organisasi. Artinya kemarin ada permasalahan-permasalahan yang harusnya kita redam tapi akhirnya di-blow up mungkin itu salah satu yang membuat ranking kita turun," tuturnya.
Mashuri mengaku pihaknya sudah melakukan evaluasi mengenai turunnya peringkat toleransi di Solo.
Baca Juga: Daftar Gaji Pensiunan PNS Janda Duda Setelah Kenaikan 12 Persen 2024, Tertinggi Rp4,7 Juta
"Sudah (evaluasi), bahkan kita sudah kita terjun untuk menelaah masalahnya," pungkasnya.***
Artikel ini ditulis oleh Syawal Gilang Cahyadi dengan judul "Indeks Toleran Kota Solo Terjun Bebas dari 4 ke 10".



