POJOKSATU.ID,- Pemerintah Kabupaten Cirebon mengungkap fakta banyak kesalahan data terkait data kemiskinan ekstrem. Hal itu tertuang dari hasil verifikasi dan validasi di lapangan.
Demikian diungkapkan Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih. Jumat (2/2)
"Bahwa berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebutkan bahwa angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cirebon mencapai 81 ribu jiwa," ungkap perempuan yang biasa disapa Ayu.
Ayu mengatakan Jumlah tersebut harus dilakukan verifikasi dan validasi di lapangan. Saat ini, pihaknya sedang melakukan hal tersebut, diseluruh desa di Kabupaten Cirebon.
Baca Juga: Milad ke-31, Al-Muhajirin Adakan Jalan Sehat Berhadiah Umroh dan Motor
" Sekarang, proses verivikasi dan validasi lapangan tersebut, masih terus berjalan," kata Ayu,
Dalam proses verval lapangan tersebut, pihaknya banyak menemukan data yang tidak sesuai, dengan data yang dimiliki oleh Kemenko PMK. Ayu menuturkan, pihaknya menemukan adanya data warga yang masuk dalam kemiskinan ekstrem.
Saat petugas melakukan verifikasi lapangan, warga tersebut memang sebelumnya masuk dalam data kemiskinan ekstrem, namun saat ini, warga ini sudah masuk kategori lepas dari kemiskinan ekstrem.
Baca Juga: Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin Terima LHP Kinerja dan Kepatuhan dari BPK
" Datanya tidak sesuai, karena warga ini tidak lagi masuk kemiskinan ekstrem," kata Ayu.
Pihaknya juga menemukan adanya data warga, yang sebenarnya tidak masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Namun ternyata, nama warga tersebut masuk dalam data kategori kemiskinan ekstrem.
Sehingga menurut Ayu, verval lapangan ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini, untuk bisa mengetahui data sebenarnya, terkait jumlah angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Cirebon.
" Dari verval ini, diharapkan kita bisa mendapatkan database, yang nantinya bisa digunakan sebagai acuan program," ujar Ayu.
Ia menduga, data yang dimiliki oleh Kemenko PMK, merupakan data lama beberapa tahun yang lalu, yang belum dilakukan pembaruan. Ayu berharap, dengan dimilikinya data base warga nanti, pihaknya bisa mengeluarkan program yang tepat sasaran.
Karena Ayu mengakui, dengan banyaknya kesalahan data yang ada, membuat banyak program yang masih belum tepat sasaran. Sehingga ia juga berharap, Pekerjaan Rumah (PR) terkait masalah ini bisa segera diselesaikan.
Baca Juga: Orang Tua Korban Tragedi Trisakti 98 Imbau Masyarakat Tidak Pilih Prabowo
" Masalah kemiskinan ekstrem ini merupakan pekerjaan rumah yang cukup berat. Sehingga perlu adanya data yang benar-benar valid," ujar Ayu.




