POJOKSATU.ID- Alumni Muda Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Airlangga (Unair) yang tergabung dalam sukarelawan Ganjar Creasi menyosialisasikan berbagai program unggulan yang dicanangkan Ganjar-Mahfud, salah satunya adalah "satu keluarga miskin satu sarjana".
Sosialisasi itu dilakukan saat penyelenggaraan bazar sembako murah bersama komunitas Milenial Utas untuk masyarakat pra sejahtera di Rest Area Lumba-Lumba, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (14/1/24).
Perwakilan Koordinator Wilayah Ganjar Creasi Jawa Timur Sutriyadi mengungkapkan program ini merupakan solusi dari pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi di Indonesia.
Baca Juga: Kajol Indonesia Berikan Santunan Anak Yatim Piatu: Optimis Ganjar-Mahfud Menang, Ojol Sejahtera
Program ini pun mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Satu keluarga miskin satu sarjana memang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sehingga hal tersebut menjadi potensi besar perekonomian keluarga bisa tumbuh lebih baik.
"Jadi dengan adanya program yang sudah dicanangkan oleh bapak Ganjar salah satunya adalah satu keluarga miskin satu sarjana ini mendapatkan antusiasme luar biasa tinggi dari masyarakat," ucap Sutriyadi.
Sutriyadi bercerita bahwa program satu keluarga miskin satu sarjana lahir dari latar belakang pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Baca Juga: Soal Wacana Pemakzulan Jokowi yang Dinilai Sebagai Makar, Seret Nama Amien Rais
Keduanya bukan berasal dari keluarga kaya. Bahkan Ganjar menyaksikan orang tuanya bersusah payah mencari uang demi pendidikan anak hingga turut andil membantu perekonomian keluarga dengan berjualan bensin eceran.
Sebagai loyalis yang lahir dari akar rumput, Ganjar Creasi akan terus membawa aspirasi masyarakat serta mengawal dan mendorong supaya program-program unggulan Ganjar-Mahfud dapat terealisasi.
"Tentu antusiasme masyarakat ini kan juga diselaraskan dengan dukungan masyarakat terhadap bapak Ganjar itu sendiri," jelas dia.
Baca Juga: Lestarikan Hutan Pemprov Sumut Rehabilitasi Lahan Kritis di Simalungun
"Nah kami tentu sebagai relawan juga akan memposisikan diri sebagai penyambung lidah rakyat, artinya ketika Bapak Ganjar terpilih, program yang sudah dijanjikan ini bener-bener harus diwujudkan dan kami akan mengawal ktu sebagai kepanjangan lidah dari rakyat itu sendiri," tutup dia.
Mendengar hal ini, Eni Farida (46) warga Desa Talok semakin yakin untuk mendukung Ganjar Pranowo dan program unggulan berbasis kerakyatan seperti satu keluarga miskin satu sarjana.
"Sangat bagus, sangat membantu masyarakat kecil terutama masyarakat tidak mampu dengan program-program Pak Ganjar yang itu tadi rakyat miskin bisa kuliah sampai sarjana, itu sangat membantu sekali," kata Eni.
Baca Juga: Cuma Perlu Jujur! 1 Menu Wajib Diisi Guru di PMM Sebelum Penyusunan RHK, Terakhir 31 Januari!
Direktur Milenial Utas, Zulham Akhmad Mubarrok menyambut positif satu keluarga miskin satu sarjana yang menjadi salah satu program unggulan Ganjar-Mahfud. Sebagai milenial, tentunya kehadiran program ini akan membawa dampak nyata kepada pertumbuhan SDM dan perekonomian Ibu Pertiwi.
"Karena pendidikan itu kunci dan saya kira Pak Ganjar visinya jelas sekali dengan satu keluarga satu sarjana ini mampu menghasilkan SDM masa depan yang tentunya kami sebagai milenial berharap generasi di bawah kami ini mempunyai pendidikan yang lebih layak dibandingkan kami," ungkap Zulham. ***



