POJOKSATU.id, PURWAKARTA - Perhelatan Pemilihan Umum terutama Pemilihan Legislatif, biasanya menyisakan kepedihan bagi para Calon Legislatif (Caleg) yang kalah, bisa depresi hingga bahkan gangguan jiwa dan menjadi gila.

Kondisi itu tentu tidak lepas dari banyaknya tekanan, permintaan, hingga beban berkeliling menemui konstituen (sosialisasi) yang dapat menguras fikiran dan juga membuat fisik lelah. Belum lagi berkurangnya waktu istirahat, yang bisa mengganggu kesehatan tubuh para Caleg.

Hal itu, tentu akan berpengaruh besar ketika Caleg itu dinyatakan kalah, akhirnya berakibat depresi dan menjadi gangguan kejiwaan bahkan bisa menjadi gila.

Baca Juga: Diserang Isu Korupsi E-KTP Lagi, Pakar Hukum Sebut Syarat Ganjar Jadi Tersangka Sudah Terpenuhi

Untuk menghindari sampai berakibat fatal, pihak Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih, telah menyiapkan ruangan khusus untuk pemeriksaan kejiwaan bagi para caleg yang kalah.

Selepas pemilihan legislatif (Pileg) 2024 mendatang, dipastikan bakal banyak Caleg yang mengalami depresi. Terutama, mereka yang sudah mati-matian bersosialisasi namun tidak terpilih menjadi wakil rakyat.

Demikian hal itu disampaikan oleh Plt Direktur Rumah Sakit Bayu Asih, Tri Muhammad Hani saat berbincang dengan pojoksatu.id, di ruang kerjanya, Rabu (15/11).

Baca Juga: Ratusan Bikers Meriahkan 1st Anniversary CB150X Adventure Indonesia Chapter Bekasi Raya

"Kita juga siagakan dokter kejiwaannya," kata dr.Hani, kepada pojoksatu.id.

Masih menurut dr.Hani, hal itu dilakukan  berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya banyak di antara warga yang gagal 'Nyaleg' itu terganggu kondisi kejiwaannya.

"Sebagai antisipasi, kami akan siapkan ruang khusus dengan fasilitas 4-6 bed," tambah dr.Hani.

Untuk itu, sebelum nanti para caleg yang defresi menjadi berakibat fatal (bisa gila) perlu diantisipasi jauh-jauh hari. Agar tidak ada para caleg yang defresi berkelanjutan, kemudian menjadi sakit kejiwaan.

Baca Juga: Dugaan Keterlibatan Intelijen Asing di Pilpres 2024, Kabaharkam Polri Komjen Fadil Imran Beri Penjelasan

"Prosedurnya juga memang seperti itu, setiap rumah sakit apalagi RSUD harus menyiapkan fasilitas khusus tersebut," jelas dr.Hani.

Memang, sambung dia, depresi yang dialami para caleg ini tidak akan terlalu berlebihan. Tapi, kalau dari pengalaman pada pemilu sebelumnya di wilayahnya ini belum terdengar ada kejadian caleg yang mengalami gangguan mental berat pasca pencoblosan.

Memang, menurut dia, kalau yang konsultasi dengan psikiater dipastikan ada. Karena itu sangat manusiawi, jika caleg yang kalah mengalami gangguan emosional. Terlebih lagi, bila dalam proses pencalegan itu, harta benda mereka habis.

Baca Juga: Tingginya Resiko Kecelakaan Lalu Lintas, Kajol Ganjar Berikan Edukasi Kesehatan dan Keselamatan Berkendara

"Biasanya, ini yang menjadi pemicu meningkatkan konsultasi dengan psikiater," kata dia.

Hani menambahkan, untuk fasilitas tersebut akan mulai dipersiapkan pada Januari mendatang. Terkait pengobatannya, bisa dengan dua pola. Yakni, pola rawat jalan khusus untuk yang depresi kategori ringan. Serta pola rawat inap, bagi caleg yang menderita depresi akut.***