POJOKSATU.id - Insiden tawuran antar pelajar di Bandar Lampung telah menelan korban jiwa.

Seorang pelajar SMK Bina Latih Karya (BLK) Bandar Lampung jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) berinisial GIZ tewas dibacok usai terlibat dalam tawuran

Insiden tawuran yang melibatkan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) ini terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, tepatnya di dekat SMAN 5 Bandar Lampung.

Insiden ini terjadi pada Senin, 30 Oktober 2023 petang.

Meskipun telah dilarikan ke ke Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung yang dekat dengan tempat kejadian, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

Baca Juga: Profil Dodhy Kangen Band, Musisi Asal Lampung yang Diancam Pria Tak Dikenal

Korban meninggal dunia dengan empat luka akibat sabetan senjata tajam di berbagai bagian tubuh dan kepala.

Diketahui korban berasal dari Desa Sabah Balau, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Seorang warga disekitar lokasi kejadian menyaksikan sekitar 20 pelajar yang terlibat tawuran.

Pelajar tersebut membawa senjata tajam yang telah dimodifikasi.

Pasca insiden tawuran antar pelajar yang merenggut nyawa, pihak kepolisian dari Polsek Sukarame dan tim Identifikasi Fisik (Inafis) Polresta Bandar Lampung telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan adanya bercak darah korban, batu, kayu, dan tali pinggang yang diduga digunakan dalam tawuran.

Baca Juga: Kisah Suhardiansyah, Dosen UIN Lampung yang Terperangkap Skandal Gelap dengan Mahasiswi VO

Selain melakukan penelitian TKP, polisi juga memeriksa beberapa teman korban untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna menangkap pelaku yang melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

Kapolsek Sukarame, Kompol Warsito mengungkapkan bahwa dua pelajar telah memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Dari keterangan yang diberikan oleh kedua pelajar ini, polisi telah menemukan petunjuk yang bisa membantu dalam proses penyelidikan.

Saat ini, polisi masih berupaya mencari pelaku yang bertanggung jawab atas tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian korban.***